Sebut Rizal Ramli ‘Ratu Adil’, Nicho Silalahi: Sayangnya Negeri Ini Belum Berikan Beliau Kesempatan Memimpin

Terkini.id, Jakarta – Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi menilai bahwa ekonom senior, Rizal Ramli adalah sosok “Ratu Adil” yang adalah dalam ramalan Jawa.

Oleh sebab itu, ia pun menyayangkan bahwa Indonesia belum memberikan kepada Rizal Ramli untuk memimpin dan menunjukkan hal tersebut.

Sebagai catatan, dilansir dari Solo Pos, Ratu Adil merupakan sosok pemimpin yang bijak dan adil yang disebutkan dalam ramalan Raja Kerajaan Kediri, Jayabaya.

Baca Juga: Heboh! Nicho Silalahi Sebut Kominfo Sebagai Spesialis Tukang Lihat Bokep...

Dikatakan bahwa Ratu Adil bersikap adil dan peduli kepada seluruh rakyat yang dipimpinnya, tidak hanya mementingkan diri sendiri atau kelompok dan golongan yang mendukungnya.

“Orang jujur dan berani itu ya bang Rizal Ramli,” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 10 Desember 2021.

Baca Juga: Nicho Silalahi Singgung Pernyataan Maruf Amin Soal Penduduk Surga: Gimana...

Nicho Silalahi mengatakan bahwa sifat Rizal Ramli ini terbukti ketia dia ikut dalam kekuasaan, namun berkali-kali kebijakannya bertentangan dengan Oligarki.

“Sayangnya negri ini belum memberikan kesempatan pada beliau untuk memimpin dan menunjukkan kalau ‘RATU ADIL’ dalam ramalan itu dia,” katanya.

Bersama pernyataannya, Nicho Silalahi membagikan cuitan yang mengunggah berita soal Rizal Ramli yang mengungkapkan pengalaman pribadinya tatkala memberikan komando untuk melengserkan Presiden RI yang saat itu dijabat oleh Soeharto.

Baca Juga: Nicho Silalahi Singgung Pernyataan Maruf Amin Soal Penduduk Surga: Gimana...

Rizal Ramli menceritakan bahwa sekitar akhir tahun 1997 tepatnya bulan Oktober, ia sempat diundang oleh para petinggi TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang kala itu masih bernama ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).

Katanya, acara tersebut diselenggarakan di Seskogab (Sekolah Staf Komando Bagian Gabungan), Bandung dan dihadiri oleh sekitar 200 jenderal dan kolonel.

“Pada waktu itu Letnan Jenderal Ari Kumaat kepalanya. Ada 200 jenderal dan kolonel yang hadir,” kata Rizal Ramli dalam bincang bersama Refly Harun, dikutip Hops.id pada Jumat, 10 Desember 2021.

Ketika itu, acara diawali dengan pernyataan dari Jenderal Sayudiman yang dengan tegas mengatakan bahwa ABRI tetap mendukung kepemimpinan Soeharto meskipun dilanda krisis ekonomi.

“Proses giliran saya, saya bilang kalau 180 derajat berbeda dengan Jenderal Sayudiman. Saya ibaratkan waktu itu Indonesia sebagai bola kaca yang sudah retak. Kemudian teman-teman pro demokrasi ngomong di hadapan tentara kalau sudah tidak sabar, 32 tahun Soeharto berkuasa,” tutur Rizal Ramli.

Ketika istirahat makan sian, Rizal Ramli lantas menyuruh stafnya untuk berkeliling ke meja makan satu per satu untuk menanyakan ke para jenderal dan kolonel soal pernyataannya.

“Mereka bilang bahwa Pak Ramli gila, ini kan Soeharto masih berkuasa, kok dia bisa ngomong begitu di kandang singa,” kata Rizal Ramli.

“Tapi apa yang diomongin Pak Ramli benar, Soeharto sudah keterlaluan, ini kata-kata jenderal lho ya,” tambahnya.

Bagikan