Segini Anggaran PU untuk Penanganan Banjir di Makassar

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Muh Fuad Azis

Terkini.id,Makassar – Pembangunan Kolam Retensi Aquapond di Lapangan Hertasning Makassar akan dikerjakan pada Februari 2020. Anggaran yang disiapkan pun mencapai Rp10,5 miliar.

Pemerintah Kota Makassar mencanangkan program penanganan banjir melalui pembangunan Aquapond. Kolam retensi ini dianggap bisa mengatasi genangan yang selama ini menjadi masalah saat hujan, khususnya di sekitar Jalan Hertasning Kota Makassar.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Muh Fuad Azis berharap proses tender proyek ini bisa selesai tahun ini.

“Kalau kita bisa lakukan tender dini di tahun ini, maka pelaksanaannya bisa Februari karena analisa dampak lingkungannya kita perkuat dulu,” kata dia, Jumat, 22 November 2019.

Ia juga optimis jika proses tender bisa selesai tahun ini. Fuad mengatakan bila melihat aturan yang ada, maka proses tendernya bisa rampung bulan Januari.

“Kalau proses lelang kan aturannya bisa (tahun ini), sepanjang perencanaannya sudah lengkap. Di Perpres juga jika DPA sudah disahkan maka sudah bisa dilakukan tender. Nanti penetapan pemenangnya, atau pengikatan kontrak di Januari,” ungkapnya.

Pengerjaan proyek Aquapon ini akan menggunakan dana APBD 2020. Nilainya telah disepakati senilai Rp10,5 miliar.

“Itu (nilai anggarannya) sudah direspons dan diteken Pj Wali Kota,” katanya.

Aquapond ini akan dibangun tepat di samping Lapangan Hertasning, sekitar taman Jalan Tidung I. Aquapond ini akan dibangun dengan lebar 2,75 meter, kedalaman 2,5 meter, dan panjang diperkirakan 50 meter.

“Panjangnya sepanjang lokasi yang ada. Bisa 50 meter, bisa 25 meter, bisa 75 meter, sesuai dengan anggaran yang ada dan kebutuhan penampungan air yang ada di situ. Kemungkinan sekitar 50 meter,” ungkapnya.

Aquapond di Lapangan Hertasning dianggap bisa mengatasi dampak genangan yangg timbul dari Jalan AP Pettarani, Goro, Jalan Hertasning, Jalan Toddopuli, dan Jalan Tamalate I.

“Kita tidak bisa pastikan tidak ada lagi di jalan-jalan tersebut. Tapi jika masih terjadi genangan di sana, maka akan berlangsung dengan cepat. Air dengan cepat akan langsung terserap, sehingga genangan lebih cepat teratasi,” tutup Fuad.

Berita Terkait
Komentar
Terkini