Terkini.id, Makassar – Sejak Moh. Ramdhan Pomanto tak lagi menjabat sebagai Wali Kota Makassar, Surma, salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Makassar mengaku sampah tak lagi terpelihara dengan baik.
“Semenjak Danny Pomanto tak menjabat lagi, kebersihan mulai hilang. Kerja bakti sudah jarang dilaksanakan di sini,” kata Surma, Senin, 5 Oktober 2020.
Surma menjelaskan, pada era Danny, sampah di daerahnya terurus dengan baik hingga tak ada yang terlihat. Namun, saat ini, sampah tak terurus secara baik.
“Buktinya berserakan dimana-mana, bahkan kanal kami sangat bau,” keluhnya.
Oleh karena itu, dirinya menyatakan sikap akan mencoblos Danny-Fatma di Pilwali Makassar. Sukma mengaku tak sabar menunggu pada hari pencoblosan 9 Desember 2020.
- IKATSI Unhas dan BKS PII Teken MoU Kerjasama, Perkuat Sinergi Alumni dan Organisasi Profesi
- Telkomsel dan Erajaya Luncurkan Program Super Brand Day di Makassar, Sediakan Paket Bundling
- Korban Kebakaran di Makassar Dapat Voucher Rp500 Ribu dari LAZ Hadji Kalla
- Wali Kota Munafri Lantik 369 Kepala Sekolah di Makassar, Tegaskan SPMB 2026 Harus Bersih
- 5 Tips Menempatkan Pengharum Mobil agar Aromanya Lebih Merata
“Hak pilih kita menentukan Kota Makassar, 5 detik salah mencoblos, 5 tahun menderita,” ungkapnya.
Ia mengatakan, jika warga harus memilih pemimpin pro rakyat, itu yang dimiliki calon Wali Kota, Mohammad Ramdhan ‘Danny ‘Pomanto. Menurutnya, kinerja dibilang sangat nyata membangun menuju Kota Dunia.
“Nassami DP, selama beliau menjabat gaji kader posyandu naik. Akan tetapi, ditinggalkan bapak DP insentif mulai berkurang,” katanya.
Senada dengan itu, Perempuan Komunitas Ablam Massenrempulu, Mia menilai Danny Pomanto sosok yang punya kepedulian terhadap Kota Makassar. Sehingga dalam inovasi-inovasi yang dicanangkan dianggap sudah terlaksana dari lorong-lorong.
“Se’reji kupala ke wargaku. Marilah satukan suara ta, menangkan Danny-Fatma,” pungkasnya.
Terpisah, Danny Pomanto mengungkapkan, banyak inovasi-inovasi baru yang sudah terbukti dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas yang belum pernah ada sebelumnya dan sekarang lenyap ditelan kemunduran.
“Masih teringat dalam ingatan masyarakat, pelayanan panggilan care and rescue 112, yang mampu melayani kurang lebih 1.000 panggilan sehari, yang didominasi dengan pelayanan homecare dengan sistem telemedicine yang respons time limitnya,” ungkap Danny.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
