Masuk

Ustadz Adi Hidayat Sebut Rumah Proklamasi Hibah Dari Faradj Martak, Ahli Sejarah: Tidak Cukup Bukti

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Ahli sejarah BRIN, Asvi Warman Adam memberikan pendapatnya terkait ucapan Ustadz Adi Hidayat soal rumah proklamator yang menurutnya dihibahkan oleh Faradj Martak.

Menurut Asvi Warman Adam, pendapat Ustadz Adi Hidayat ini tidak disertai bukti yang kuat. Oleh karena itu tidak dapat dianggap bahwa apa yang diucapkan pemuka agama itu benar.

“Tidak cukup bukti untuk menyimpulkan demikian,” ujar Asvi Warman Adam, dikutip dari detikcom, Kamis 18 Agustus 2022.

Baca Juga: Paman Yusuf Martak, Faradj Martak Pembeli Rumah Proklamasi dan Sahabat Presiden Soekarno

“Ada ucapan terima kasih dari Kementerian PU kepada Martak atas hibah rumah di Pegangsaan Timur 56 kepada pemerintah. Ini jelas bukan bukti kepemilikan rumah. Mungkin saja rumah Pegangsaan Timur 56 yang kosong setelah Bung Karno ke Yogya Januari 1946 sampai Des 1949 sempat dihuni Martak. Lalu tahun 1950 dia serahkan kepada pemerintah (Kementerian PU),” tambah Asvi Warman Adam.

Asvi Warman Adam mengungkapkan bahwa ada narasi lain terkait rumah yang berlokasi di Jl. Pegangsaan Timur 56 ini.
 
Ada yang menyebutkan bahwa rumah itu sudah disiapkan oleh pemerintah Jepang untuk Presiden Soekarno.

“Versi semula, Chairul Basri yang bekerja pada kantor propaganda Jepang disuruh mencari rumah yang berhalaman luas. Rumah Pegangsaan Timur 56 milik orang Belanda, ditukar dengan rumah lain di jalan Lembang. Jadi rumah itu memang disiapkan Jepang untuk Bung Karno,” tutur Asvi Warman Adam.

Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Sebut Proklamasi Dibacakan di Rumah Orang Keturunan Yaman: Jangan Dilupakan!

Berdasarkan hasil penelusuran, nama Faradj Martak tidak terdapat dalam buku sejarah Indonesia. Namun nama Faradj Martak terdapat dalam Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). 

Nama lengkap Faradj Martak adalah Faradj bin Said bin Awad Martak. Dalam data milik ANRI dijelaskan bahwa Faradj Martak merupakan seorang pengusaha.

Pada 28 April 1938, ia pernah memohon pengurangan harga tanah di Residentie Soerabaja atau sekarang dikenal dengan sebutan Surabaya.

Selanjutnya, Asvi Warman Adam menyinggung soal sebelum Presiden Soekarno membacakan teks proklamasi, sang proklamator dikatakan mengkonsumsi madu.

Baca Juga: 2 Ucapan Sakti Soekarno yang Terbukti Kebenarannya

Mengenai hal ini, Asvi Warman Adam berpendapat hanya Tuhan yang tahu tentang hal tersebut.

“Soekarno demam jelang membacakan teks proklamasi. Apakah ada orang yang memberi madu? Wallahualam,” kata Asvi Warman Adam.

Diketahui dalam buku berjudul Mata Air Keteladanan yang ditulis oleh Yudi Latif, diceritakan bahwa Presiden Soekarno sedang mengalami demam dan diobati oleh dokter pribadinya.

Sebagai informasi, sebuah akun bernama @ly*** mengunggah sebuah video tentang Ustadz Adi Hidayat yang sedang memberikan ceramah agama.

Dalam video ini Ustadz Adi Hidayat menjelaskan soal asal-muasal rumah proklamasi tempat Presiden Soekarno membacakan teks proklamasi untuk pertama kalinya.

Ustadz Adi Hidayat mengklaim bahwa pengusaha keturunan Yaman bernama Syekh Faradj Martak menghibahkan rumahnya agar Presiden Soekarno dapat membacakan teks proklamasi.

Kemudian, Ustadz Adi Hidayat juga berujar bahwa Faradj Martak memberikan Presiden Soekarno madu untuk mengatasi demam yang ia derita pada saat itu.