Sejumlah Nama Menguat Isi Jabatan Strategis di Lingkup Pemkot Makassar

Terkini.id, Makassar – Sejumlah nama menguat mengisi jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Hal itu setelah terjadi pelantikan 47 pejabat eselon III. 

Pasalnya, 23 di antaranya merupakan Sekretaris Dinas (Sekdis). Beberapa di antaranya disinyalir telah disiapkan untuk mengisi jabatan kepala dinas. 

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto tak menampik hal tersebut. Ia mengatakan hal itu bergantung kinerja pejabat tersebut dalam 3 bulan ke depan.

Baca Juga: Anggaran Sertifikasi Lahan Terbatas, Mafia Tanah Merajalela di Kota Makassar

“Bisa Tidak, bisa iya,” kata Danny Pomanto dikediamannya Jalan Amirullah, Rabu, 1 September 2021.

Danny mengatakan selalu mengacu pada kinerja untuk menempatkan seseorang dalam satu jabatan.

Baca Juga: Instagrammable, Pemkot Makassar Bakal Sulap Lorong Wisata Jadi Ikon Baru

“Biar teman biar saudara tidak ada, kalau tidak bisa kerja (tidak bisa). Saya akan kumpul dan beri target. Kalau tidak terpenuhi jangan harap jadi kepala dinas,” sebutnya.

Untuk Sekdis, tak sedikit nama diganti. Nama-nama seperti Ibrahim Akkas yang dulunya menjabat Sekretaris Bapenda kini dijabat oleh Firman Hamid Pagarra.

Begitu juga dengan Mohammad Roem yang kini menduduki posisi Sekdis Pariwisata Kota Makassar. Begitu juga dengan Herfida Attas menjadi Sekdis Kebudayaan.

Baca Juga: Instagrammable, Pemkot Makassar Bakal Sulap Lorong Wisata Jadi Ikon Baru

Mereka sebelumnya merupakan Kepala Bidang (Kabid). Roem dan Herfida bahkan menjabat sementara sebagai Plt Kepala Dinas di SKPD yang sama. Kecuali Firman Pagarra yang dulunya Kabag Protokol Pemkot.

Nama-nama seperti Firman Pagarra, Roem, dan Herfida Attas menguat untuk menjabat Kepala Dinas di tempatnya masing-masing. Danny bahkan memberikan isyarat.

Begitu juga dengan nama lain. Seperti Hasanuddin (Sekdis Pemadam Kebakaran), Ita Isdiana Anwar (Sekdis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana), Husni Mubarak (Sekdis Pemuda dan Olahraga), dan Denny Hidayat (Sekdis Kominfo).

“Setelah lelang jabatan, ada lagi 24 pasti bergeser lagi lokomotifnya karena 24 jabatan ini akan naik, ada sebagian naik, makanya kosong nanti,” sambung Danny.

Danny mengatakan telah mengajukan izin ke Kemendagri untuk membuka seleksi agar resetting pemerintahan dipercepat.

“Kemungkinan Desember sudah rampung semua,” tutup Danny. 

Bagikan