Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada Triwulan I-2026 tercatat sebesar 6,88 persen secara year on year dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp191,28 triliun.
“Syukur Alhamdulillah, pada kuartal pertama tahun 2026 pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan berada di atas angka nasional dan berimplikasi langsung terhadap menurunnya tingkat pengangguran terbuka,” ungkapnya.
Selain itu, tren ketenagakerjaan Sulsel juga mengalami peningkatan dengan penyerapan tenaga kerja yang mencapai sekitar 5 juta orang serta terciptanya 170 ribu lapangan kerja baru pada Februari 2026.
Jufri menambahkan, jumlah perusahaan yang tercatat dalam data Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan (WLKP) Kementerian Ketenagakerjaan mencapai 128.684 perusahaan.
Sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulsel Tahun 2026 menjadi Rp3.921.088,79 atau naik sebesar 7,21 persen dibanding tahun sebelumnya.
- Tembus Barisan Kedua, Veda Ega Pratama Start Posisi 6 di Moto3 Prancis 2026
- Dokter Koboi Kenang Sosok Almarhum Brigjen Farid Armansyah, Dokter Jenderal Pertama Asal Makassar
- Muslim Woman Space Gelar 'MWS Connect Day 2026' Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Bertumbuh
- Puluhan Pelari Mancanegara Siap Meriahkan Makassar Half Marathon 2026
- Wali Kota Makassar Resmi Buka Sipakracca Sulawesi Fight Event Season 1
“Kebijakan tersebut diambil melalui Rapat Dewan Pengupahan dan telah disesuaikan dengan angka kebutuhan hidup layak di Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Kenaikan UMP tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global.
Mengusung tema Hari Buruh 2026, “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, Pemprov Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai fasilitator yang adil dalam menjaga hubungan industrial.
“Saya berharap Rakernas ini dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang konstruktif. Mari kita buktikan bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha atau manajemen BPD, dan serikat pekerja, kita mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta pelayanan publik yang semakin prima,” pungkas Jufri.
Rakernas FSP BPD SI merupakan forum strategis tahunan yang bertujuan memperkuat solidaritas antarserikat pekerja Bank Pembangunan Daerah di seluruh Indonesia sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan pekerja di lingkungan BPD.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
