Selain LFH, Kegiatan Mahasiswa Polbangtan di Bantaeng diisi dengan Rutin Memeriksa Kesehatan Ternak

Masih dalam situasi pandemi virus corona (COVID-19) yang belum berakhir ini, tidak menyurutkan langkah Kementerian Pertanian sebagai salah satu garda terdepan dalam upaya penanganan dampak wabah Covid-19. Kementan sesuai arahan Presiden Jokowi dituntut melakukan langkah konkret untuk menjamin ketersediaan pangan terutama di masa pandemi ini.

Olehnya itu, kementan menjalankan 6 Strategi Sektor Pertanian dalam menghadapi Covid 19. Salah satu diantaranya bahwa “Semuan insan pertanian tetap bekerja dengan semangat tinggi dan tangguh, mewujudkan kemandirian pangan bangsa”.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan Covid-19 ini adalah tantangan nyata yang berdampak dan sudah tersentuh langsung ke masyarakat. Oleh Karena itu solusi dari Covid-19 ini adalah Medical Solution dan Food Security. Persiapan pangan adalah solusi Covid-19, kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu dan lebih gotong royong agar makanan rakyat bisa terjamin.

Baca Juga: Kembangkan Kualitas SDM, Polbangtan Kementan dan Pemkab Pohuwatu Jalin Kerjasama

Maka dari itu, Mentan SYL mengajak seluruh insan pertanian untuk menghadapi tantangan tantangan tersebut dan berharap kerjasama yang lebih intens dari berbagai pihak agar semua dapat berjalan dengan baik.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Prof. Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani. Tidak terkecuali mahasiswa yang juga turut aktif membantu penyuluh dan petani di lapangan dalam pemenuhan pangan di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Food Estate Sumba Tengah Kembangkan Jagung

Hal inilah, yang membuat A. Ainun Jariyah mahasiswa Polbangtan Gowa jurusan peternakan ini, terlibat bersama peternak dilapangan dan sebagai tugas tambahan dalam menjalankan kegiatan “learning from home” dan pendampingan pada kelompok tani/ternak. Senin, (01/06).

Kegiatan kali ini adalah pemeriksaan rutin dan pengobatan pada ternak sapi di Desa Lonrong, Kecamatan Ermerasa, Kabupaten Bantaeng. Pemeriksaan ini rutin dilakukan sebulan sekali setiap awal bulan,” urai Ainun.

Tujuan dari pemeriksaan dan pengobatan rutin, agar mengetahui penyakit yang dialami ternak sejak dini sehingga dapat langsung dilakukan pengobatan oleh karena itu memperhatikan kesehatan sapi supaya tetap sehat dan produktif. Jika sapi terkena penyakit akan menyebabkan kerugian bagi peternak akibat penurunan bobot, kualitas dan penambahan biaya pengobatan dan perawatan,” ujar Ainiun.

Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Food Estate Sumba Tengah Kembangkan Jagung

Salah satu cara mendiagnosis ternak yang sakit yaitu dengan cara memperhatikan gejala-gejala yang timbul dan pada kali ini ternak sapi mengalami penyakit yang disebabkan oleh parasit Ektoparasit seperti lalat, kutu, dan caplak. Cara pengobatannya yaitu dengan cara menginjeksi obat wormectin sebanyak 4 CC. Obat disuntikan di bawah kulit diatas daging (sub-kutan) Tidak mengenai daging. Injectamin 3 CC dan vitamin Bkompleks 7 CC merupakan vitamin yang membantu Proses penyembuhan penyakit karena infeksi bakteri atau infestasi parasit. Obat disuntikkan secara intramuscular,” pungkas Ainun.

Dalam mendukung pemerintah khususnya program kementan, Polbangtan Gowa akan terus aktif dalam melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan program kementerian pertanian dengan melibatkan seluruh civitas akademik dan mahasiswa.

“Saat ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” ungkap Dedi.

Mahasiswa Polbangtan adalah salah satu insan muda pertanian yang menjadi tumpuan harapan bangsa. Mereka adalah generasi milenial yang diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam pembangunan pertanian. Terlebih di tengah mewabahnya Covid-19. (MUZ).

Bagikan