Sempat Dituding Pro Terorisme, Arie Untung: Teroris Anggap Pemerintah Musuhi Islam Padahal Masih Bisa Salat

Sempat Dituding Pro Terorisme, Arie Untung: Teroris Anggap Pemerintah Musuhi Islam Padahal Masih Bisa Salat

FR
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Sempat dituding pro terorisme lantaran cuitannya yang dinilai memojokkan pihak kepolisian beberapa waktu lalu, baru-baru ini Arie Untung justru melontarkan pernyataan sebaliknya.

Seolah menepis kabar tak sedap yang beredar tentangnya yang disebut-sebut netizen mendukung aksi terorisme, Arie kini justru mengaku bingung dengan para teroris tersebut.

Ya, kesamaan latar belakang aksi teror yang terjadi di depan Katedral Makassar dan Mabes Polri membuat suami Fenita Arie itu bingung akan alasan pelaku teror yang mengklaim adanya perang melawan pemerintah.

Itu lantaran keduanya sama-sama berpikir bahwa kini umat Muslim di Indonesia sedang dalam kondisi perang melawan pemerintah yang jahat.

Nah, di sinilah Arie Untung merasa heran karena ia pribadi menganggap bahwasanya kini umat Muslim di Indonesia sama sekali tak sedang dalam kondisi perang.

Baca Juga

Hal tersebut bahkan dibuktikan dengan masih bisanya umat Muslim salat dengan tenang atau melakukan ritual-ritual keagamaan lainnya tanpa gangguan.

Adapun pernyataan-pernyataan tersebut dikemukakan oleh Arie Untung dalam sebuah video baru yang ditayangkan di kanal YouTube Daniel Mananta Network bertajuk “Ini Pendapat Arie Untung tentang Jihad – Daniel Tetangga Kamu”.

Daniel Mananta yang penasaran dengan hubungan antara jihad dan perang kemudian menanyakan seputar hal itu kepada Arie Untung yang seperti kita tahu merupakan salah satu selebritas yang sudah hijrah.

Arie Untung pun memaparkan pandangannya terkait para teroris yang mengklaim bahwa saat ini umat Islam di Indonesia sedang dalam kondisi perang sehingga harus berjihad dengan jalan perang.

“Cuma mereka ini … cuma melihat bahwa mereka dalam kondisi perang sekarang,” ujar Arie Untung, sebagaimana dikutip terkini.id pada Selasa, 6 April 2021.

Ia lantas menegaskan bahwasanya sekarang umat Islam sama sekali tidak sedang dalam kondisi perang seperti apa yang diyakini para teroris.

“Kita enggak kondisi perang.”

Namun, Arie Untung mencoba memahami apa yang diyakini para teroris serta keadaan sosial dan politik nyata yang sedang terjadi di Tanah Air.

Menurutnya, para teroris meyakini negara Indonesia beserta pemerintahnya sebagai musuh Islam atau yang biasa disebut sebagai “tagut”.

“Dia (teroris) bilang negaranya tagut, ibaratnya gitu. Dia anggap bahwa kita ini berada dalam pemerintahan yang memerangi Islam seolah-olah ada pandangan seperti itu,” tutur Arie.

Padahal, Arie Untung menilai bahwa saat ini umat Muslim dalam keadaan damai dan bisa hidup berdampingan satu sama lain.

Contoh paling sederhananya, umat Muslim masih bebas melaksanakan salat dengan tenang atau melakukan ritual-ritual keagamaan lainnya, seperti haji, umrah, atau bahkan menggunakan bank dengan sistem syariah.

“Padahal kita masih bisa salat, bro! Kita masih bisa berangkat haji, umroh, ada bank syariah segala macam gitu, ya,” terang Arie.

Seandainya pun para teroris memang menganggap diri mereka sedang dalam kondisi perang lantaran misalnya perbedaan pendapat, maka hal itu menurut Arie masih sangat bisa diademkan lewat jalur diplomasi dengan musyawarah mufakat.

“Mungkin ada hal yang enggak sependapat, ya, which is itu bisa duduk, bisa diskusi, dan lu enggak lagi perang sama siapa-siapa,” pungkasnya.

Arie Untung lalu menutup pendapatnya bahwa kita di Indonesia ini tak sedang berperang melawan siapa-siapa selain hawa nafsu diri sendiri.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.