Terkini.id, Jakarta – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Gus Nadir menyemprot pernyataan loyalis Anies Baswedan yang mengeluarkan kata Firaun yang dinilai untuk mengkritik lawan politiknya.
Ya, sebelumnya, seorang hukum yang juga loyalis Anies Baswedan bernama Tatak Ujiyati melontarkan kalimat yang bersinggungan dengan kata Firaun.
“Firaun adalah lambang egoisme. Asumsinya, Fir’aun membangun utk kebanggaan diri. Itu yg dikritik Anies,” ujarnya, dikutip terkini.id.
“Apakah Anies lantas tak bangun infrastruktur? TIDAK. Anies membangun. Bagus malah. Tapi orientasi pembangunan infrastrukturnya adalah demi kepentingan warga. Podcast ini menjelaskan,” jelasnya.
Sontak saja saat melihat cuitan Tatak Ujiyati, Gus Nadir langsung memberikan kritik dengan mengimbau agar tidak lagi menggunakan narasi kata Firaun.
- Gus Nadir Sarankan Capres 2024 Tak Usah Pakai BuzzeRp
- Polri Tidak Akan Ungkap Motif Ferdy Sambo, Kiai NU: Kau yang Berjanji, Kau yang Mengingkari
- Polri Belum Ungkap Motif Pembunuhan Brigadir J, Gus Nadir: Apakah Motif Kembang Atau Polos
- Ruhut Nyiyirin Akad Nikah Putri Anies, Gus Umar dan Gus Nadir Pasang Badan
- Soal Ijab Kabul Bahasa Arab, Gus Nadir: Jangan Mengusik Agama Islam Karena Benci Anies
“Aduuh Mbak @tatakujiyati kejauhan menyebut Firaun. Narasi seperti ini gak sehat,” ujar Gus Nadir, dikutip terkini.id pada Senin, 20 Desember 2021.
Gus Nadir kemudian menjelaskan bahwa narasi tersebut bisa saja digunakan oleh para pendukung Anies ke depan untuk menyerang lawan politiknya.
“Karena pendukung Anies Baswedan akan mengasosiasikan Firaun ini pada sosok lawan politiknya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia pun menegaskan agar Tatak memberikan kritikan yang sifatnya membangun dan tidak lagi menyerang dari sisi yang bermuatan politisasi agama.
Tak sampai di situ, Gus Nadir mengatakan bahwa Tatak selaku loyalis Anies fokus saja dalam membangun kerja nyata tanpa merusak kanan-kiri.
“Fokus saja pada kritikan konstruktif dan kerja nyata tanpa senggol kanan-kiri yg bermuatan politisasi agama,” pungkasnya.
Terlihat, Tatak langsung menanggapi cuitan Gus Nadir tersebut.
“Aduuh min, kejauhan asosiasinya. Pertama, saya tak mengasosiasikan Firaun dengan lawan politik. Kedua, Firaun adalah cerita sejarah yg kita bisa ambil pelajaran tak meniru sikapnya,” jelas Tatak.
“Ketiga, kok bisa mengaitkan Firaun dengan SARA? Aje gile, mana ada pengikut agama yang mendukung firaun?” pungkas Tatak.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
