Terkini.id, Jakarta – Aktivis politik, Nicho Silalahi tampak geram dengan pernyataan Luhut Binsar Panjaitan yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK memenjarakan mafia pelabuhan.
Nicho Silalahi lewat cuitannya di Twitter, Kamis 11 November 2021, balik menyemprot Luhut Panjaitan dengan menyinggung soal mafia PCR.
“Bisa juga si Luhut ini becanda. Woi Luhut kapan kau minta KPK_RI Penjarakan Mafia PCR?,” cuit Nicho Silalahi.
Ia pun menyarankan agar Luhut Binsar Panjaitan jangan suka mengancam dan menakuti masyarakat dengan ucapanya yang ingin menumbuk rakyat.
Pasalnya, kata Nicho, bisa jadi Menteri Koordinator Kemartiman dan Investasi itu yang nantinya malah ditumbuk oleh rakyat.
- Bawaslu dan MK Disebut tidak Bisa Selesaikan Dugaan Kecurangan Pemilu, Aktivis ini Ajak Makzulkan Jokowi
- Kekayaan Nicke Widyawati jadi Sorotan, Nicho Silalahi: Yang Dilaporkan Aja Segini!
- Nicho Silalahi Ke Erick Thohir: Kalau Udah Tahu Bodoh Ya Mundur!
- Nicho Silalahi Kritik Keras Pengesahan RKUHP: Selamat Datang Orba Bertopengkan Merakyat
- Puan Maharani Hadiri Muktamar Muhammadiyah, Nicho Silalahi: Buat Apa Kalian Undang!
“Saranku padamu Luhut “Jangan Suka Ancam Rakyat, Apa Lagi Nakuti Rakyat Dengan Mau Numbuk”, Lo Pikir Rakyat Daun Ubi Yang Sesukamu Bisa Kau Tumbuk, Entar Malah Kau Pula Yang Ditumbuk Rakyat,” tegas Nicho Silalahi.
Dalam kicauannya itu, Nicho Silalahi juga menyertakan foto tangkapan layar sebuah pemberitaan berjudul ‘Luhut Minta KPK Penjarakan Mafia Pelabuhan!’.
Mengutip Detikcom, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan meminta KPK tak segan memenjarakan mafia-mafia di pelabuhan.
Sebab, kata Luhut, dirinya melihat masih banyak praktik kecurangan terjadi di pelabuhan. Hal itu ia sampaikan ketika menghadiri Webinar Stranas PK, baru-baru ini.
Luhut Panjaitan mengungkapkan, berdasarkan hasil monitoring di lapangan nilai birokrasi di pelabuhan belum sesuai dengan harapan.
“Namun, berdasarkan hasil monitoring di lapangan, nilai ini masih belum dapat perhatian karena belum direalisasikan sesuai dengan best practice benchmarks. Misalnya digitalisasinya belum mencapai level seperti Tanjung Priok. Saya mohon KPK dengan kejaksaan, polisi, ayo kita ramai-ramai bentuk task force untuk me-monitoring ini. Ini saya kira bagus dipenjarakan,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
