Sensus Penduduk Online, Warga Sulsel Khawatir Keamanan Data Pribadi

Terkini.id, Makassar – Sensus penduduk sedang gencar dilakukan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di sejumlah daerah. Selain itu, masyarakat juga bisa mengisi data pribadi secara online.

Fasilitas baru pengisian data sensus penduduk lewat online ini menjadi pertanyaan. Apakah aman menyampaikan sejumlah data-data penting dan pribadi secara online tersebut?

Warga pun masih khawatir adanya pihak-pihak tertentu yang menjebol dan menyalahgunakan data pribadi tersebut untuk kepentingan tertentu yang bis merugikan si pengguna data.

Salah satu warga Makassar yang ikut mempertanyakan aman tidaknya data pribadi dalam sensus pendududk tersebut adalah Dr A Nur Baumassepe MM.

Dosen mata kuliah sistem informasi manajemen FEB Unhas tersebut mengungkapkan, salah satu alasan penting mengapa mempertanyakan keamanan data tersebut.

“Regulasi tentang perlindungan data privasi (UU perlindungan data pribadi) sampai saat ini belum disahkan. Sehingga muncul kekhawatiran pengisian data online ini menimbulkan ancaman penyalahgunaan data pribadi masyarakat yang akan digunakan sekelompok oknum untuk mengeruk keuntungan ekonomi,” katanya, Senin17 Februari 2020.

Dia mencontohkan beberapa kasus yang muncul akhir-akhir ini, seperti pembobolan rekning perbankan, yang cuma memanfaatkan SIM card sebagai medianya.

“Ini muncul setelah Kominfo mulai menggalakan registrasi SIM-card. Saya menduga ini sensus penduduk online akan memunculkan masalah baru lagi,” terangnya.

Dia menyebut, bisa saja pihak terkait seperti pemerintah menegaskan bahwa datanya aman. Namun, jika sudah terlanjur data sudah bobol, kadang berbagai pihak itu lempar tangan.

“Seperti kasus pembobolan bank via mobile banking. Semua lempar tangan. Bank bilang ini bukan kesalahan kami, operator bilang ini kesalahan perbankan, ujung-ujungnya masyarakat yang disalahkan karena lalai melindungi datanya. Padahal data mereka diperoleh oleh oknum itu dari mereka yang lemah pengawasannya dalam melindungi data masyarakat,” terang dia.

Dia pun menyarankan proses sensus penduduk ini dihentikan dulu. “Karena mengingat potensi ancaman kebocoran data belum ada yang bertangungjawab. dan siapa yang bertanggunga jawab?

Masyarakat saat ini perlu disadarkan untuk melindungi data pribadi mereka. Misal tidak gampang memberikan fotokopi KTP dan KK mereka kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. Liat saja pengumpulan KTP atau KK untuk calon pilkada siapa yang mau jamin kalau data-data tersebut tidak disalah gunakan,” terangnya.

Komentar

Rekomendasi

Pemerintah Gratiskan Pelanggan Listrik 450 VA, Pelanggan 900 VA Diskon 50 Persen

Bukan Lockdown, Ini Kesepakatan Gubernur se-Sulawesi Soal Penanganan Covid-19

Pilkada Serentak 2020 Akan Ditunda, KPU Makassar: Kami Tunggu Perintah

Lawan Corona, Jokowi Tetapkan Masa Pembatasan Sosial Skala Besar dan Larang Mudik Lebaran

Keponakan Mentan Syahrul Yasin Limpo Meninggal Dunia

Gempa 5,8 SR Guncang Sulteng, Dirasakan di Mamuju Hingga Soroako

Ibadah Haji Tahun Ini Batal atau Tidak?, Ini Penjelasan Menteri Agama

Positif Corona, Prof Idrus Tulis Kisah Haru di Balik Ruang Isolasi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar