BPS Makassar Minta Masyarakat Isi Sensus Penduduk Online Saat WFH

Badan Pusat Statistik (BPS) Makassar meminta masyarakat bekerja dari rumah atau work from home untuk melakukan pengisian Sensus Penduduk 2020.

Terkini.id, Makassar – Badan Pusat Statistik (BPS) Makassar meminta masyarakat bekerja dari rumah atau work from home untuk melakukan pengisian Sensus Penduduk 2020.

Ia mengatakan, saat ini, partisipasi masyarakat mengisi sensus masih jauh dan sangat minim.

“Kami berharap selama WFH, masyarakat meluangkan waktunya untuk melakukan update data kependudukan mereka secara mandiri dengan mengakses laman sensus.bps.go.id,” kata Ketua BPS Makassar, Ari Prihadini, Senin, 6 April 2020.

Pihaknya menargetkan sensus penduduk online di Makassar sebesar 81.370 kartu keluarga (KK). Namun, hingga saat ini, baru terdata sekitar 28.696 KK.

Dia juga mengaku telah menyebar informasi melalui media sosial untuk memberi edukasi kepada masyarakat. Bahkan, pihaknya telah berkerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Makassar untuk menyebar informasi pengisian ini ke semua warga.

Menarik untuk Anda:

“Dalam situasi Work From Home, kami melakukan koordinasi dengan Kadis Dukcapil membuat poster yang kami share ke group WA, keluarga, sahabat, handai taulan, dan media sosial yang ada agar diketahui oleh masyarakat,” tambahnya.

Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Makassar, M Iqbal Samad Suhaeb juga telah mengimbau agar warga untuk turut menyukseskan sensus penduduk ini. Ia pun mengaku telah menginstruksikan tiap RT dan RW untuk melakukan sosialisasi ke warga.

“Yah sudah kami lakukan, sementara ini. Kita minta RW dan RT langsung datang ke rumah warga,” ujarnya.

Bagi yang hendak melakukan pengisian data Sensus Penduduk, warga bisa mengakses laman sensus.bps.go.id. Kemudian login dengan menggunakan NIK dan Nomor KK.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kendati Sekolah Belum Buka, Angka Kasus Covid-19 di Makassar Menghawatirkan

Dinkes Makassar Sebut Pelayanan Imunisasi Sesuai Target

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar