Terkini.id, Jakarta – Pakar Perilaku Sosial, Arief Munandar mengomentari pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut adanya perbedaan ideologi PDIP dengan partai lainnya.
Dilansir dari Pikiran Rakyat, Arief membantah pernyataan Hasto tersebut dengan merasa tak setuju dengan pernyataan tersebut.
“Sangat tidak setuju dan sangat tidak percaya terhadap pernyataan Hasto yang secara tidak langsung mengatakan bahwa PDIP adalah partai paling ideologi,” ujar Hasto, dikutip oleh terkini.id dari Pikiran Rakyat, Jumat 4 Juni 2021.
Menurut Arief, PDIP memiliki partai dengan kader yang melakukan korupsi paling jahat sepanjang sejarah Indonesia.
“PDIP, kader-kadernya melakukan korupsi paling jahat sepanjang sejarah Indonesia,” kata Arief Munandar.
- Harrie Sabrang dan Andreas Harjono Muncul dalam Penjaringan Ketua PAC PDI Perjuangan Ujung Pandang
- Rekomendasi Eksternal PDIP Suarakan Reformasi Sistem Politik dan Independensi Penegak Hukum
- Konferda dan Konfercab VI PDIP Sulsel Rampung, Struktur Kepengurusan DPD dan 24 DPC Resmi Ditetapkan
- ARW Kembali Jabat Ketua DPD PDIP Sulsel, Mesakh Sekretaris dan Risfayanti Bendahara
- Buka Konferda dan Konfercab se-Sulsel, Hasto Kristiyanto Minta Anak Mudah Diakomodir
Arief pun kemudian membahas perihal kasus korupsi dana bansos yang dilakukan kader PDIP sekaligus eks Menteri Sosial, Juliari S Batubara.
“Ya lu bayangin aja gimana nggak, kader PDIP paling tidak seorang yang sudah tertangkap dan jadi tersangka, yaitu Juliari P Batubara melakukan korupsi bansos di Kementerian Sosial ketika dia jadi Mensos,” lanjutnya.
Arief menyayangkan perilaku korups Juliari yang dimana memakan dana bantuan sosial.
Mengingat, kata Arief, bantuan sosial tersebut merupakan hak yang telah dijamin konstitusi untuk rakyat terlebih sangat dibutuhkan di masa pandemi Covid-19.
“Kita tahu ya begitu banyak rakyat yang masih berada di bawah garis kemiskinan dan menghadapi persoalan-persoalan sosial ekonomi yang berat. Apalagi ketika dihantam pandemi Covid-19,” tuturnya.
“Lu bayangin betapa teganya kader-kader PDIP melakukan korupsi terhadap dana bansos yang merupakan hak dari rakyat jelata,” lanjutnya.
Ia pun menilai klaim PDIP sebagai partai paling ideologis dan wong cilik patut dipertanyakan.
“Sehingga ketika PDIP mengeklaim sebagai partai ideologis dan partai wong cilik, ya kita harus mempertanyakan itu. Kita harus menggugat dengan mengatakan are you sure? Anak-anak sekarang pasti akan mengatakan, sumpeh lu?,” tegasnya.
Seperti yang diketahui sebelumnya, Hasto mengatakan bahwa pihaknya tak bisa melakukan koalisi dengan Partai Demokrat dan PKS akibat perbedaan ideologi.
Akibatnya, publik pun kemudian menilai Hasto seolah-olah mengklaim bahwa partainya sebagai partai paling berideologi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
