Terkini.id, Jakarta – Pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengenai utang bisa dibayar melalui pajak mendapatkan reaksi dari berbagai pihak.
Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menganggap Sri Mulyani telah gagal memimpin Kementerian Keuangan dalam mengatasi keuangan negara yang morat-marit.
Sehingga, lanjut Muslim, Sri Mulyani sebagai Menkeu hanya terus mengandalkan utang dan utang.
“Saat ini sudah lampaui ketentuan utang negara yang diatur dalam UU Keuangan,” ujarnya pada Jumat, 27 Agustus 2021, dilansir dari RMOL.
Muslim pun mengaku heran dengan Sri Mulyani yang menekan rakyat untuk membayar pajak agar bisa bayar utang.
- Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono Sesal Terkait Tapera
- Benny Rhamdani Minta Sri Mulyani Tak Menunggu Aturan Relaksasi Pajak untuk Mengeluarkan 120 Barang PMI
- Pemerintahan Jokowi Habiskan Rp 2.778 Triliun Bangun Tol Hingga Bandara, Said Didu: Ini Kebohongan Publik
- Ungkap Proses Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani Sebut Ini Faktor Geopolitik dan Geo-ekonomi
- Isi Surat PPATK Terkait Transaksi Janggal Rp 349 Triliun Akhirnya Terbongkar, Begini Isinya
Pasalnya, menurutnya, rakyat saat ini sedang berada dalam kesusahan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
“Bagaimana rakyat bayar pajak? Wong untuk cari makan saja susah kok, gimana mau bayar pajak?” ujarnya.
Muslim juga menyindir apakah negara di bahwa kepemimpinan Joko Widodo ini mau membuat susah rakyat.
Ia juga menilai bahwa sikap pemerintah tersebut lucu karena negara yang mengambil utang, tapi rakyat yang disuruh bayar.
“Makanya kalau utang itu minta persetujuan rakyat,” tandas Muslim.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
