Terkini.id, Soppeng-Tanaman kelor (Moringa Oleifera) merupakan salah satu jenis hasil hutan bukan kayu (HHBK) memiliki posisi strategis untuk dikembangkan.
Tanaman kelor merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang mudah dibiakkan karena tidak memerlukan perawatan yang intensif dan memiliki toleransi kekeringan yang tinggi. Dengan sifat tersebut, tanaman kelor memungkinkan untuk dibudidayakan pada lahan-lahan marginal untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan.
Selain itu berbagai bagian tanaman kelor yang dianggap “tabu” untuk dimakan ini ternyata mengandung nutrisi yang baik dan bermanfaat secara luas pada berbagai bidang seperti: pangan, kesehatan, kecantikan dan lingkungan, sehingga sangat wajar jika mendapat julukan Tree For Life.
Perubahan pola hidup masyarakat tersebut menjadikan tanaman kelor sebagai pangan tradisional cenderung ditinggalkan oleh sebagian masyarakat.
Sebab itu, informasi terkait ragam manfaat tanaman kelor perlu disosialisasikan pada masyarakat agar dapat dioptimalkan budidaya dan pemanfaatannya. Oleh karena itulah Ir. Fajar, M.MA, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng berkomitmen mengembangkan Budidaya Kelor di Kabupaten kelelawar ini.
- Kalla Institute dan Pelindo Regional 4 Makassar Bangun Kemitraan Strategis
- Astra Motor Sulsel Gelar Gebyar Honda Jagoanku di Lima Daerah, Hadirkan Promo Menarik
- Wabup Gowa Dorong Nobar Piala Dunia FIFA 2026 Jadi Ajang Kebersamaan dan Penggerak UMKM
- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Ajak Seluruh OPD Dukung Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
- Rapat Paripurna DPRD, Wakil Wali Kota Makassar Beberkan Kinerja APBD 2025
Potensi Kelor begitu luar biasa, membuat Ir. Fajar, M.MA Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sopeng bergerak siap memberikan kontribusi sekaligus mendukung program dari (MOI) Moriga Organik Indonesia.
Keloris, Fajar dan H. Kamaruddin serta Mansur Gani sangat serius memberikan sekaligus menyampaikan beberapa keistimewaan kelor yang berdampak positif langsung dinikmati oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Soppeng.
Beberapa manfaat kelor, Pertama. menggali potensi daerah itu sendiri. kedua menambah produktivitas dan peningkatan PAD. ketiga, membuka lapangan kerja. Serta keempat, memberikan asupan nutrisi yang cukup tinggi, sehingga masyarakat sehat dan cerdas.
H. Kamaruddin terjun langsung memberikan bimbingan teknis bagaimana menanam stek barang kelor kepada Ketua kelompok tani, yang nantinya akan menghasilkan sesuai harapan.
Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan berkomitmen membudidaya kelor di Kabupaten Soppeng, melalui Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng menyiapkan Rumah produksi kelor berlokasi di Desa Sengkae seluas 8 m × 13 m.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng, Lahan sekarang milik Perusahaan Daerah dan sudah mulai dilakukan penanaman stek, untuk budidaya ini Dinas Pertanian siap memberikan lahannya seluas 5 hektar. Rencana tanam di bulan Desember 2019 akhir dan awal Januari 2020.
Lebih lanjut kata Kadis, Luas lahan siap tanam 5 hektar. Tersedia juga Pompa air bor 2 titik, 1 unit bak penampungan air berkapasitas 2000 liter. Kemudian Gedung produksi pengering dan mesin tepung berukuran 9 x13 meter dan 1 buah kandang ternak berkapasitas 10 ekor.
“Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng siap juga memfasilitasi segala kebutuhan untuk pengembangan hasil budidaya kelor,” demikian ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng, Ir. Fajar, M.MA kepada media. Selasa, (5/11/2019).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
