Terkini.id, Makassar – Aksi sweeping buku yang dilakukan Brigade Muslim menjadi heboh di media sosial pada Minggu 4 Agustus 2019 kemarin.
Polda Sulsel pun ikut merazia buku Marxisme dan paham komunis yang beredar di masyarakat. Razia itu menyasar sejumlah mal dan toko buku.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengungkapkan, razia buku ikut dilakukan Polisi muncul setelah adanya upaya sweeping yang dilakukan ormas Brigade Muslim.
Polisi pun kemudian menindaklanjuti sweeping tersebut.
“Menyikapi aksi sweeping Brigade Muslim. Kami menyarankan apabila menemukan buku Marxisme dan paham komunis agar diserahkan ke polisi,” terang Dicky melalui keterangan tertulisnya, Senin 5 Agustus 2019.
- Berikut Pernyataan Sikap Pegiat Literasi Makassar-LBH Pers Soal Razia Buku
- MIWF Layangkan Kecaman Terhadap Razia Buku di Gramedia Makassar
- Kecam Razia Buku di Makassar, NU Sulsel: Tulisan Harus Dilawan dengan Tulisan
- LBH Makassar: Razia Buku Bisa Dipidana
- Razia Buku Karl Marx di Gramedia, Sejumlah Warga Makassar Protes
Di sisi lain, polisi juga berharap tak muncul kekhawatiran dan kesalahpahaman di masyarakat maupun pengelola toko buku dengan adanya sweeping ormas tersebut.
Oleh karena itu, terang dia razia resmi hanya dilakukan oleh kepolisian.
“Sehingga kita yang akan melakukan tindakan hukum,” ujar Dicky.
Untuk menentukan buku tersebut dikategorikan mengandung paham komunis, polisi melibatkan ahli.
Selain itu, polisi akan menghentikan pemasaran buku-buku yang terbukti menyebarkan paham komunis tersebut ke toko buku.
Polisi: Ormas BukanMerazia
Sebelumnya, Kapolrestabes Makassar Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo mengungkapkan, apa yang dilakukan oleh ormas kemarin bukan suatu bentuk razia.
Dilansir dari liputan6, Wahyu menyebut tindakan tersebut merupakan sebuah imbuan kepada pengelola toko buku untuk tidak menjual buku-buku berbau Komunisme-Marxisme.
“Kalau razia ndak ada. Itu hanya imbauan, imbauan bukan razia. Belum melakukan razia,” ujar Wahyu saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Minggu 4 Agustus 2019.
Wahyu juga menyampaikan, tersebut baru pertama kali terjadi di wilayahnya. Menurutnya, belum pernah terjadi hal serupa di toko buku lain di Makassar.
“Nggak, hanya di situ saja,” ucap Wahyu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
