Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ( Ketum PKB) Muhaimin Iskandar belum lama ini menyikapi isu reshuffle yang menguat setelah Presiden Jokowi menunjukkan kegeraman terhadap kinerja para menteri
Terkait hal tersebut, membuat Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin menyebutkan bahwa percaya diri kader parpolnya yang menjabat sebagai menteri di kabinet Indonesia Maju tidak akan terkena reshuffle.
“Mana ada yang berani senggol PKB,” katanya.
Selain itu, diketahui pula bahwa di Kabinet Indonesia Maju, ada dua menteri yang berasal dari PKB. Dia adalah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.
Gus Muhaimin pun mengaku hingga kini belum menangkap sinyal dari Jokowi akan reshuffle kabinet. Sebagai ketum parpol pendukung pemerintah, dia mengaku, belum sekalipun diajak berbicara soal wacana itu.
- Cak Imin Minta Izin Ponpes Shiddiqiyyah Dipuliihkan, Netizen: Ajang Pencitraan Pilpres 2024
- Cak Imin Minta Pemerintah Pulihkan Izin Ponpes Shiddiqiyyah Jombang Usai Dicabut Akibat Kasus Pencabulan Santriwati
- Anak Gus Dur: Cak Imin Melecehkan Ketum PBNU!
- Ketum PKB Ngaku Siap Bergabung di KIB, Saleh Partaonan: Cak Imin Tidak Serius, Lebih Baik Bikin Koalisi Baru!
- Ketum PKB Ingin Diusung Capres 2024, Pengamat Politik: Wajar, Cak Imin Punya Basis Dibandingkan Partai Lain!
“Belum ada kabar, kalau ada kabar saya kasih tahu,” kata Gus Muhaimun. Dikutip dari Jpnn. Minggu, 25 Maret 2022.
Ia juga mengatakan wajar melihat kemarahan Jokowi. Terlebih lagi, kepala negara geram akibat kebijakan impor dari para menteri.
“Saya juga kritik, minta diambil langkah-langkah cepat untuk mengatasi ini. Wajar saja presiden marah, wajar,” kata dia.
Sebelumnya, Jokowi meluapkan kemarahan ketika menghadiri acara Pengarahan Presiden RI tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) di Bali.
Kemarahan Jokowi tersebut karena banyak kementerian, pemda, dan BUMN yang membeli produk luar negeri alias impor.
“Itu kadang-kadang gimana toh, aduh. Saya detailkan lagi, gregetan saya,” kata Jokowi.
Menurut Jokowi, pertumbuhan ekonomi sebenarnya bisa makin kuat apabila anggaran impor dibelikan produk dalam negeri alias UMKM. Anggaran pengadaan barang dan jasa di pemerintah pusat mencapai Rp526 triliun, di daerah Rp535 triliun, dan BUMN mencapai Rp420 triliun.
“Coba dibelokkan semuanya ke sini (membeli barang UMKM, red), barang yang dibeli barang dalam negeri, berarti akan ada investasi,” tutur Jokowi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
