Sindir Amerika, China Sentil Bom Kabul Bukti Keamanan Afghanistan Kacau?

Terkini.id, Beijing – Sindir Amerika, China sentil bom Kabul bukti keamanan Afghanistan kacau? Terkait bom bunuh diri yang meledak dua kali secara beruntun di Ibu Kota Kabul, tepatnya di sekitar Bandara Internasional Hamid Karzai Afghanistan, spontan mengundang reaksi keras negara-negara dunia, termasuk China.

Pemerintah Negeri Tirai Bambu tersebut mengecam dua serangan bom di bandara Kabul, Afghanistan, yang menewaskan setidaknya 90 orang.

China menyatakan, bom tersebut merupakan bukti keamanan di Afghanistan masih kompleks dan parah pasca Amerika Serikat dan sekutu Barat meninggalkan Afghanistan.

Baca Juga: Gawat, Kasus Covid di China Meroket Lagi, 4 Juta Orang...

“Ledakan bom ini memperlihatkan, situasi keamanan di Afghanistan masih kompleks dan parah. China terkejut dan sangat mengecam ledakan-ledakan itu,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, seperti dilansir dari AFP, Jumat 27 Agustus 2021.

Senada Zhao Lijian, sejumlah pengamat juga menyoroti masalah keamanan ini, terutama ketidakpastian keadaan setelah Taliban merebut kekuasaan di sana pada pekan lalu.

Baca Juga: Atasi Kelaparan di Afghanistan, PBB Butuh Dana Rp3,1 Triliun Per...

AFP melaporkan, Taliban memang sudah berjanji akan memberikan ruang aman guna mengevakuasi warga. Kendati demikian, kelompok yang bercokol di Afghanistan tidak hanya Taliban seperti akar dari kelompok ISIS.

Seperti diketahui, banyak kelompok lain yang memiliki basis kekuatan di Afghanistan dan membenci Taliban, salah satunya ISIS-K, yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri itu.

Zhao Lijian sendiri menyatakan, China berharap pihak-pihak terkait dapat mengambil langkah efektif untuk memastikan transisi situasi yang mulus.

Baca Juga: Atasi Kelaparan di Afghanistan, PBB Butuh Dana Rp3,1 Triliun Per...

China seperti diketahui merupakan negara pertama yang menyatakan siap menjalin kerja sama dengan Afghanistan setelah Taliban mengambil alih kuasa pada pekan lalu.

Para pakar menganggap China mulai mendekat ke Taliban lantaran dua hal, yaitu potensi kerja sama sumber daya alam dan keamanan.

Afghanistan memiliki kekayaan mineral yang sangat melimpah dengan nilai bisa mencapai satu triliun miliar dolar AS berdasarkan perkiraan Kementerian Pertahanan AS. Akan tetapi, China masih khawatir terhadap ancaman keamanan di Afghanistan.

Selain itu, China juga dianggap membutuhkan Taliban guna memastikan keamanan di sepanjang perbatasan, terutama di Xinjiang. Pasalnya, China menyebut sejumlah kelompok pemberontak bernapas Islam bermarkas di sana.

Bagikan