Terkini.id, Kabul – Aksi Taliban tak dapat simpati dunia alih-alih legitimasi internasional. Berbagai tindakan kekerasan yang dilakukan milisi bersenjata Taliban pasca Amerika Serikat (AS) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau Nato angkat kaki dari Afghanistan, dilaporkan tidak akan akan membantu mereka mendapatkan legitimasi internasional.
Hal itu diungkapkan pihak Gedung Putih pada Jumat 6 Agustus 2021, menyusul aksi kelompok gerilyawan itu yang membunuh pejabat media senior pemerintah di Ibu Kota Kabul.
“Pandangan kami adalah jika Taliban mengklaim menginginkan legitimasi internasional, tindakan ini tidak akan membuat mereka mendapatkan legitimasi yang mereka cari,” tegas sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki pada konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters via rri.co.id, Sabtu 7 Agustus 2021.
Jen Psaki bilang, Taliban tidak seharusnya terus berada dalam garis kecamuk kekerasan yang mereka bikin sendiri.
“Padahal, mereka dapat memilih untuk mencurahkan energi yang sama untuk proses perdamaian seperti yang mereka lakukan untuk kampanye militer mereka,” ungkapnya.
- Taliban Desak Warga Afghanistan Ngungsi dan Tidak Ikut Campur Aksi Protes
- Heboh Kabar Sekolah Taliban di Jaksel, Netizen: Halo Menteri Nadiem
- Soal Wanita Wajib Pakai Burqa, Sekjen PBB Minta Taliban Menghormati Hak Perempuan
- Pengakuan Warga Afghanistan di Bawah Kekuasaan Taliban: Ramadhan Paling Buruk, Kami Kelaparan! Ibadah Tidak Damai ...
- Anies Baswedan Pamer JPOS, Netizen: Dia Munafik Taliban, Sampe Kiamat Gak Bakal Jadi Presiden!
Seperti diketahui, penyerang Taliban menewaskan Dawa Khan Menapal, Kepala Pusat Media dan Informasi Pemerintah Afghanistan, dalam serangkaian pembunuhan terbaru yang bertujuan melemahkan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani yang terpilih secara demokratis.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
