Terkini.id Jakarta – Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya menyindir Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli, karena telah membela Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas yang dibully netizen sebab percakapannya dengan Pejabat Arab Saudi memakai penerjemah bahasa arab.
Dalam Hal ini, Mustofa Nahrawardaya mengatakan bahwa Yaqut Cholil Qoumas yang biasa disapa Gus Yaqut tidak juga harus bisa bahasa Arab.
Hal tersebut disampaikan Mustofa Nahrawardaya melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @TofaTofa_id pada Rabu, 24 November 2021.
Kemudian, Politisi Partai Ummat tersebut menjelaskan bahwa Gus Yakut tidak memiliki kewajiban menguasai bahasa Arab.
Karena, sambung Mustofa Nahrawardaya, Gus Yakut adalah Menteri semua agama di Indonesia.
- Beberkan Menteri Kesayangan Jokowi, Gus Yaqut: Minimal Jadi Wapres
- Ma'ruf Amin Perintahkan Menteri Agama dan Menteri Sosial Cegah Kekerasan Seksual di Panti Asuhan
- GP Ansor Dukung Harga BBM Naik, Gus Yaqut: Ini Bentuk Keadilan Subsidi untuk Rakyat
- Tuding Keras Gus Yaqut, Heri Suwondo: Dana Haji Dia Gelapkan
- Edit Foto Gus Yaqut Pakai Baju Tahanan, Netizen: Waspada Syiah
Lebih lanjut, menurut Mustofa, justru pembelaan dari Mohamad Guntur Romli kepada Gus Yaqut malah tidak lucu.
“Biarin aja ada yang membela begini. Dia pikir, kita tidak menonton videonya. Padahal, Menteri Agama juga tidak juga harus bisa Bahasa Arab,” kata Mustofa, dikutip Terkini.id dari akun Twitter @TofaTofa_id pada Rabu, 24 November 2021.
“Tidak ada kewajiban. Karena Pak Yaqut, toh Menteri semua Agama. Tapi pembelaan macem Romli, malah tidak lucu,” sambungnya.
Untuk diketahui, Mohamad Guntur Romli atau yang sering disapa Guntur Romli mengatakan bahwa, sebenarnya Gus Yaqut bisa bahasa Arab Fushha (resmi).
Namun, sambung Guntur Romli, bahasa Arab yang dipakai Pejabat Arab Saudi adalah bahasa Arab Aamiyah (pasaran).
Lebih lanjut, Politisi PSI tersebut menjelaskan bahwa bahasa Arab kitab-kitab klasik berbeda dengan bahasa Arab percakapan sehari-hari orang Arab Saudi.
“Gus Yaqut itu bisa bahasa Arab Fushha (resmi). Nah, pejabat Saudi sering pakai bahasa Arab aamiyah (pasaran) ini yang harus didampingi oleh penerjemah,” kata Guntur Romli.
“Bahasa Arab kitab-kitab klasik itu beda dengan bahasa Arab percakapan saat ini. Ini yang komen di bawah gak ngerti apa-apa soal bahasa Arab,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
