Sindir Keras Anies, Ferdinand: Gubernur Bolot yang Tidak Tau Malu

Sindir Keras Anies, Ferdinand: Gubernur Bolot yang Tidak Tau Malu

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean melontarkan sindiran kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ia menyebut Anies Baswedan sebagai gubernur bolot yang tidak tahu malu.

“Gubernur bolot yang tidak tau malu,” kata Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 13 Maret 2021.

Ia menyatakan hal itu sebagai respons terhadap politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohammad Guntur Romli yang menyebut Anies Pamer keberhasilan di tengah banjir.

Sebelumnya, ketika menjadi keynote speaker dalam acara Diksi Milenial Jatim di Hotel Bumi, Surabaya, Anies membeberkan sejumlah kemajuan di DKI Jakarta.

Baca Juga

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini memaparkan kemajuan DKI Jakarta dalam hal penanganan Covid-19 dan transportasi umum.

Ia mengungkapkan, bahwa ketika ekonomi Jakarta terganggu di masa pandemi, Pemerintah Provinsi memberi jaminan sosial berupa bansos agar masalah sosial ini bisa ditekan.

Selain itu, Anies Baswedan juga mengatakan bahwa pihaknya mengajak pelaku UMKM untuk masuk ke pasar digital.

Pasalnya, menurut dia, terdapat 93,5 persen pelaku usaha UMKM di DKI Jakarta. Sementara sisanya sebesar 6,5 persen adalah pelaku usaha besar.

“Kita merasakan saat ini ekonomi mulai terkendali, kita memastikan bahwa yang mikro bisa masuk dalam pasar digital yang amat tumbuh di Jakarta. Mereka UMKM, masuk ke pasar UMKM, banyak produknya hanya di lingkungan sekitar, untuk ke pasar besar, mereka harus punya izin usaha mikro kecil (IUMK) dan juga punya NPWP,” kata Anies Baswedan pada Jumat, 12 November 2021, dilansir dari Detik News.

Anies Baswedan mengatakan bahwa pada tahun 2019, IUMK di DKI baru sebanyak 28 ribu. Namun pada 2021, IUMK ini naik menjadi 242 ribu.

“Sehingga yang kecil-kecil punya IUMK, NPWP, mereka bisa masuk ke pasar digital yang besar supaya mereka terbawa ke pertumbuhan perekonomian yang bangkit. Untuk masuk ke pasar digital, usaha itu harus punya IUMK dan NPWP,” ujarnya.

Di bidang transportasi, Anies mengungkapkan soal naiknya pengguna transportasi umum di DKI Jakarta.

Menurutnya, pada awal dirinya menjabat di akhir 2017, pengguna transportasi umum hanya 350 ribu per hari. Lalu, pada tahun 2021, pengguna sudah mencapai 1 juta pengguna per hari.

Anies Baswedan mengatakan bahwa salah satu sebab naiknya pengguna transportasi umum di DKI, adalah karena pihaknya membuat program Jak Lingko.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.