Sindir Keras Bahar, Guntur Romli: Penjahat Kambuhan, Merusak Demokrasi, Mencemari Islam

Sindir Keras Bahar, Guntur Romli: Penjahat Kambuhan, Merusak Demokrasi, Mencemari Islam

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia, Mohamad Guntur Romli melontarkan sindiran keras kepada penceramah, Bahar bin Smith.

Guntur Romli mengatakan bahwa Bahar bin Smith adalah penjahat kambuhan yang merusak demokrasi dan mencemari Islam.

Ia mengatakan itu sebagai respons terhadap Bahar bin Smith yang menyebut bahwa jika dirinya dipenjara, maka demokrasi di Indonesia telah mati.

“Mengatasnamakan Islam, sekarang mengatasnamakan demokrasi untuk menyebarkan provokasi, kebencian, hoax dan fitnah,” kata Guntur Romli pada Selasa, 4 Januari 2022.

“Residivis. Penjahat kambuhan. Merusak demokrasi, mencemari Islam!” sambungnya.

Baca Juga

Bersama pernyataannya, Guntur Romli membagikan cuitan berisi berita berjudul “Tegas! Bahar bin Smith: Jika Saya Dipenjara, maka Demokrasi di Indonesia Sudah Mati”.

Dalam artikel Kompas TV tersebut, diberitakan Bahar bin Smith yang memenuhi panggilan Polda Jawa Barat pada Senin, 3 Januari 2022.

Habib Bahar bin Smith memenuhi panggilan panggilan untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan ujaran kebencian dalam rekaman video ceramahnya di Margaasih, Bandung.

Sebelum masuk ke dalam gedung, Bahar bin Smith sempat menyampaikan beberapa pernyataan kepada awak media.

Ia mengatakan bahwa apabila nanti dirinya tidak keluar ruangan atau ditahan kepolisian, maka demokrasi sudah mati di Indonesia.

“Saya ingin menyampaikan, andaikan, jikalau nanti saya ditahan, jikalau saya nanti tidak keluar dari ruangan, atau saya dipenjara, maka sedikit saya sampaikan, bahwasanya ini adalah bentuk keadilan dan demokrasi sudah mati di negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai” katanya.

Pasalnya, lanjut Bahar, ia dilaporkan secepat kilat. Sementara, menurutnya, masih ada penista-penista Allah dan agama yang dilaporkan, namun tidak diproses sama sekali.

“Maka jikalau, andaikan, saya masuk dan diperiksa, saya tidak keluar lagi, berarti saya ditahan, saya dipenjara, maka wahai rakyat, wahai bangsa, wahai rakyatku, wahai bangsaku, khususnya umat islam, para ulama, para habaib, teruslah berjuang untuk menyampaikan kebenaran, untuk menyampaikan keadilan. Jangan tunduk pada kedzaliman, dari mana pun datangnya kedzaliman itu,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.