Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Ade Armando kembali menyindir keras aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang mengkritik Presiden Jokowi dengan istilah King of Lip Service atau raja pembohong.
Menurut Ade Armando, kritik yang dilakukan BEM UI terhadap Jokowi lewat unggahan satir itu terkesan bodoh.
Hal itu disampaikan Ade Armando lewat videonya yang tayang di kanal Youtube Cokro TV, seperti dilihat pada Selasa 29 Juni 2021.
Dalam tayangan videonya itu, Ade awalnya menilai kritik BEM UI terhadap Jokowi tersebut berhasil menarik perhatian publik.
“Usahanya untuk menarik perhatian publik berhasil. Termasuk saya dan beberapa pihak merespons, media massa juga ramai memberitakan. Sampai-sampai Direktur Kemahasiswaan UI memanggil Ketua BEM UI, dan para aktivis UI ramai bersuara,” ujar Ade Armando.
- Ketum PSI, Kaesang Pangarep Tegur Keras Ade Armando
- Kader PSI Ade Armando: PDIP Partai Sombong, Kesombongan Mereka Mahal
- Ade Armando Resmi Gabung dengan Partai PSI, Bakal Diumumkan Sore Ini
- Ade Armando Yakin Anies Baswedan Bakal Menang Jika Ganjar Pranowo Tak Maju
- Ade Armando Prediksi Anies Baswedan Akan Libatkan Politisasi Islam di Pilpres 2024
Akan tetapi, dosen Ilmu Komunikasi UI ini menilai kritik itu merupakan lakon yang sedang dimainkan oleh BEM UI layaknya seperti sinetron di Indonesia.
Pasalnya, menurut Ade, narasi dalam kritikan mereka tersebut cenderung dibesar-besarkan dengan logika terbatas.
Sebagai dosen, ia pun merasa senang anak-anak didiknya kritis. Namun, dirinya kesal karena kritik yang dilayangkan kosong tak berisi dan terkesan bodoh.
“Saya pendukung Jokowi, tapi saya percaya bahwa pemerintah yang baik adalah penmerintah yang dikontrol oleh masyarakat. Pemerintah butuh kritik, dan kampus adalah tempat terbaik terhadap kritik tajam bagi pemerintah. Kritiknya harus punya argumentasi yang kuat, harus pintar. Malah terkesan bodoh,” tuturnya.
Adapun poin yang digarisbawahi Ade Armando soal argumentasi BEM UI adalah soal Pemerintah ingkat janji soal revisi UU ITE.
Dia heran, apakah BEM UI ini tak membaca substansi seluruh pasal revisi yang diajukan pemerintah.
Sebab, kata Ade, dari sana Pemerintah justru berusaha mengamankan pihak-pihak yang akan dikriminalisasi saat mereka berbicara bebas.
“Pemerintah justru mencegah jangan gara-gara mengecam satu kelompok dengan keras, seperti Jerinx soal IDI kacung WHO, Ahmad Dhani ucapkan idiot pada kelompok ganti presiden, Prita yang kritik rumah sakit, yang mereka akhirnya bisa dipidanakan. Pada revisi UU ITE mereka tidak akan dipidana. Lho kok tiba-tiba mereka bilang represif,” jelasnya.
Mengutip Hops.id, Ade dalam tayangan videonya itu juga menyoroti soal teriakan BEM UI terkait revisi UU KPK, pemilihan Ketua KPK Firli, Tes Wawasan Kebangsaan.
Ade Armando pun mengaku heran mengapa semua dialamatkan pada Jokowi. Menurutnya, BEM UI seharusnya tahu kalau revisi UU KPK dilakukan DPR, pemilihan Ketua KPK juga DPR, dan TWK dilakukan oleh pimpinan KPK sendiri.
“Jokowi justru menganjurkan yang tak lolos TWK tak perlu diberhentikan,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
