Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad menyindir politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid alias HNW yang mengaitkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru dengan kasus dugaan korupsi Bupati Panajam Paser Utara.
Yusuf Muhammad menyindir bahwa yang tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah bupati dari Partai Demokrat, namun malah IKN yang disalahkan.
“Ini kayaknya terlalu dipaksakan, mungkin titik koordinat otaknya mulai bergeser?” kata Yusuf Muhammad melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 17 Janauri 2021.
“Yang kena OTT bupati diar partai Demokrat, kok yang disalahin IKN?” sambungnya.
Dalam cuitan yang ditanggapi Yusuf Muhammad, HNW mengatakan bahwa OTT terhadap Bupati Penajam Paser Utara menandakan adanya banyak masalah di lokasi calon IKN.
- HNW Minta Jokowi Berani Sanksi Menteri yang Ngotot Suarakan Tunda Pemilu, Kang Dede: Sontoloyo, Presiden kok Ente yang Mau Atur
- Agar Masyarakat Bisa Ikut Menentukan Pemindahan Ibu Kota, Hidayat Nur Wahid: Lakukan Referendum!
- Sindir HNW, Yunarto: Tuhan pun Gak Pernah Bikin Hujan dan Gempa Hanya kepada Agama Tertentu
- HNW Ingin Herry Wirawan Dihukum Berat, Kang Dede Ungkit Caleg PKS Dilaporkan Perkosa Anak Kandung
- Desak Polisi Tegas Soal Aksi Smackdown, HNW Juga Singgung 5 Syuhada FPI di Kasus Unlawfull Killing
“Apalagi dengan terjadinya OTT terhadap Bupati Penajam Paser Utara,” kata HNW pada Minggu, 16 Januari 2022.
“Itu mengisyaratkan banyak masalah di lokasi calon IKN,” sambungnya.
Bersama pernyataannya, HNW membagikan cuitan yang berisi berita berjudul “Kembali Diterjang Banjir, Penajam Paser Utara Bukan Pilihan Ideal untuk Ibu Kota Negara”.
Dilansir dari berita Suara Merdeka tersebut, disebutkan bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur kembali diterjang banjir
Dilaporkan bahwa banjir kali ini meredam sedikitnya 101 rumah yang tersebar di dua desa dan satu kelurahan di Penajam Paser Utara.
Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN), Hamid Noor Yasin menuturkan bahwa banjir di Penajam Paser Utara tersebut sebetulnya bukan pilihan ideal dan tepat menjadi IKN.
Menurut politisi PKS ini, banjir yang berulang kali di Penajam Paser Utara merupakan salah satu penguat sikap penolakan fraksinya di DPR atas rencana pemindahan IKN ke PPU.
“Secara ilmiah wilayah IKN sebagian besar tersusun atas batu lempung dengan sisipan batu pasir yang tidak dapat menyimpan dan mengalirkan air, sehingga menyebabkan run off/air permukaan menjadi besar,” jelas Hamid.
“Selain itu, potensi banjir juga dapat disebabkan air rob dari arah teluk Balikpapan,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
