Sindir KPK, Alifurrahman Samakan dengan PKS: Ular Ganti Kulit ya Tetap Ular

Sindir KPK, Alifurrahman Samakan dengan PKS: Ular Ganti Kulit ya Tetap Ular

R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Alifurrahman menyindir bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidaklah berubah meski telah melakukan beberapa perubahan yang nampak dari luar, termasuk pergantian pemimpin.

Pernyataannya itu dapat dilihat dalam video berjudul ‘Alifurrahman: Drama Novel-KPK Mirip Artis Cerai’ yang ditayangkan di 2045 TV pada Jumat, 7 Mei 2021.

Alifurrahman awalnya menyinggung respons pimpinan KPK, Firli Bahuri terhadap kebocoran informasi mengenai 75 pegawai yang tak lulus tes wawasan kebangsaan.

Pimpinan Seword ini mengkritik sikap Firli yang hanya menyayangkan perilaku pihak internal yang membocorkan informasi tersebut, tanpa menindaknya secara tegas seperti memecat atau memproses secara hukum.

Alifurrahman juga menyinggung soal pemasangan foto Presiden dan Wakil Presiden saat jumpa pers KPK. Hal ini katanya pertama kali dilakukan sepanjangan KPK berdiri.

Baca Juga

Ia memandang pemasangan foto itu sebagai sebatas drama yang dilakukan oleh KPK sebab hal itu sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

“Bagi saya sama kayak KPK yang lama gitu, pimpinan baru ini. Sama aja. Pimpinan yang lama itu kan ketika menolak rancangan Undang-Undang KPK, itu mereka menyerahkan mandat kepada Presiden, dia menyerahkan mandat KPK kepada Presiden. Tapi, setelah konpers, setelah undang media banyai-banyak itu, mereka tetap terima gaji, mereka tetap kerja. Ini kan sama kayak gini, gak menyelesaikan masalah apapun,” ujarnya diselingi tawa.

Alifurrahman lantas membandingkan KPK dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang telah mengubah logo, warna, dan pimpinan.

“Tapi pada ujung-ujungnya ya sama, sama-sama PKS-nya. Ya kayak ular lah. Ular itu kalau ganti kulit, ya tetap ular, gak bisa jadi babi ngepet, gitu kan? Kan gak bisa,” ujar Alifurrahman.

“Jadi saya pesimis soal urusan KPK ini, kenapa? Karena kasus-kasusnya itu sudah terlanjur banyak dan kita gak taju mau selesaikan dari mana,” tambahnya.

Alifurrahman lalu menyebutkan beberapa kasus yang mencoreng nama KPK. Pertama, kasus pemerasan yang dilakukan penyidik KPK kepada pimpinan daerah di Tanjungbalai.

Kedua, kasus pegawai KPK yang mencuri barang bukti berupa emas yang beratnya hampir 2 Kg.
Alifurrahman lantas mencurigai bahwa bukan hanya dua kasus ini yang menunjukkan kebobrokan KPK.

Ia mengklaim mengenal pebisnis yang pernah menyuap KPK. Selain itu, KPK juga menyita banyak barang bukti yang memang berpotensi digelapkan.

Alifurrahman lanjut menyebutkan kasus-kasus serta masalah-masalah yang ia anggap ada dalam KPK lalu mengatakan bahw ia sulit untuk mempercayai bahwa lembaga itu kini ingin benar-benar membersihkan diri.

“Kalau memang mau dibersihkan, bersihkan seutuhnya. Kalau memang ada orang yang anti NKRI, anti Pancasila, gak lolos tes wawasan kebangsaan, pecat!” twgas Alifurrahman.

“Kalau masih berdialektika di publik bahwa ‘saya gak pernah mau mecat mereka, saya sudah untuk mecat PNS’ dan seterusnya dengan alasan-alasan yang gak masuk akal begitu, ya itu sama aja gitu, sama kayak ular tadi, ular ganti kulit, ya ular juga,” tambahnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.