Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana melontarkan sindiran keras kepada Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengenai bisnis tes PCR.
Panca menyindir bahwa Luhut lah yang salah dalam masalah ini, namun justru ia yang mau “menumbuk” orang.
“Ngeri nga loe punya pejabat publik begini?” kata Cipta Panca Laksana melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 11 November 2021.
“Dia yang salah dia pula yang mau numbuk orang. Jadi atut,” sambung politisi Demokrat ini.
Cipta Panca Laksana mengatakan hal ini sebagai respons terhadap pernyataan Luhut dalam wawancaranya bersama Deddy Corbuzier mengenai tes PCR.
- Luhut Nilai Prabowo Subianto Sebagai Sosok Pintar
- Luhut Sebut Sudah Tahu Gembong Ekspor Nikel ke China
- Luhut Yakin Indonesia Bisa Jadi Negara Berpendapatan Tinggi, Kapan?
- Kritik Subsidi Mobil Listrik, Said Didu Berikan Contoh Alur Merampok Rakyat Melalui Kebijakan
- Rocky Gerung Singgung Pemberontakan G30S PKI usai Luhut Bantah Indonesia Dikuasai China
Dalam wawancara itu, Luhut mengaku siap diaudit untuk membuktikan bahwa ia tak mengambil keuntungan dari PT Genomik Solidaritas Indonesia (PT GSI) yang berbisnis tes PCR.
“Bisa diaudit, tapi kalau diaudit, janjian dulu ya. Kalau ternyata gua gak ambil (untung), gue tumbuk loe yah,” kata Luhut sambil tertawa.
Sebagaimana diketahui, ia memang sempat disebut-sebut meraup untung besar dari bisnis tes PCR di tengah pandemi Covid-19 ini.
Luhut Binsar Pandjaitan pun dikritik berbagai pihak sebab ia juga merupakan Koordinator PPKM Darurat wilayah Jawa-Bali.
Hal ini menimbulkan kecurigaan sebab ia memiliki wewenang untung mengeluarkan kebijakan terkait pandemi, termasuk soal kewajiban tes PCR.
Akan tetapi, Luhut Binsar Pandjaitan telah menegaskan beberapa kali bahwa ia tak mengambil keuntungan pribadi dalam bisnis tes PCR tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
