Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat, Agu Harimurti Yudhoyono (AHY) menyindir Moeldoko yang baru saja terpilih Ketum Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang.
AHY mengaku salut dengan Moeldoko yang telah mengenakan jaket Partai Demokrat yang menurutnya bukan hak Moeldoko.
“Saya salut dengan saudara Moeldoko dan siapapun yang seolah-olah legitimate dalam KLB ilegal Deli Serdang tersebut. Menggunakan jaket Demokrat yang tidak menjadi haknya kemudian menyuarakan bahwa merekalah yang memiliki otoritas sekarang,” ujar AHY.
Menurutnya, sikap dan perilaku yang dilakukan Moeldoko tersebut tidak masuk dalam akal sehat AHY.
“Saya tidak bisa masuk di akal sehat tetap itu lah mereka. Itu lah sikap dan perilaku mereka,” tuturnya.
- 38 DPD Demokrat se-Indonesia Dukung AHY Jadi Ketua Umum
- Dampingi Menteri AHY Serahkan 50 Sertipikat, Pj Gubernur Sulsel: Ini Memberikan Kepastian Hukum
- Konsolidasi dan Temu Caleg, AHY Optimis Demokrat di Sulsel Tambah Kursi DPR RI
- Ke Makassar, AHY Akan Beri Pengarahan ke Seluruh Caleg Demokrat di Sulsel
- Pimpin Rapat Pleno, AHY Sampaikan Agenda Penting Mengenai Pilpres dan Pileg 2024
AHY juga menyebut aksi yang dilakukan Moeldoko mengambil alih kepemimpinan partainya lewat KLB Deli Serdang adalah suatu tindakan yang tidak terpuji dan memalukan.
“Ya sungguh sesuatu yang tidak terpuji, tidak ksatria, dan memalukan karena jauh dari moral etika serta keteladan di partai ini. Kami tentu punya hak dan kewajiban moral melawan GPK-PD yang tidak sah itu,” tegas AHY, Minggu 7 Maret 2021 seperti dikutip dari Suara.com.
Selain itu, AHY menilai KLB Deli Serdang tidak hanya merupakan persoalan internal saja karena ada keterlibatan Moeldoko sebagai pihak eksternal yang berusaha mengkudeta Partai Demokrat.
“Jadi ini bukan hanya masalah internal partai. Semua partai memiliki dinamikanya tersendiri,” ungkapnya.
Ia pun menjelaskan adanya kemungkinan sebagaian kader Demokrat yang merasa kecewa dan sakit hati karena kepentingannya tidak dapat diwujudkan. Namun, menurut AHY, hal itu merupakan hal yang biasa terjadi.
AHY juga mengungkapkan, kendati Partai Demokrat memiliki sejumlah instrumen untuk menyelesaikan permasalahan partai namun pada kasus kali cukup berbeda karena ada keterlibatan orang luar yakni Moeldoko.
“Dan kami juga punya segala instrumen untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangga partai. Tapi kali ini sungguh berbeda karena faktor eksternal, yaitu KSP saudara Moeldoko yang terlibat langsung dan dengan kesadaran penuh mengambil kepemimpinan PD secara tidak sah secara ilegal dan secara inkonstitusional,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
