Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah menyinggung soal para pendiri dan senior Partai Demokrat (PD) berupaya keras mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) dan meminta beberapa tokoh untuk menjadi Ketua Umum Demokrat.
Chusnul Chotimah menilai bahwa tidak mungkin para pendiri dan senior Demokrat berbuat demikian jika tidak ada masalah di partai tersebut.
“Tidak mungkin para pendiri dan senior PD sampai mati-matian ingin KLB, ngemis-ngemis ke beberapa tokoh untuk jadi Ketum mereka, kalo tidak ada masalah,” katanya.
“Kalian mau ditolong malah ga mau. Ya rasakan sudah,” sambung Chusnul Chotimah, sebagaimana dikutip dari akun Twitter pribadinya pada Kamis, 31 Maret 2022.
Bersama pernyataannya, Chusnul Chotimah membagikan berita soal kakak kandung Bupati Penajam Paser Utara (PPU) nonaktif, Abdul Gafur Mas’ud menyebut adiknya merupakan korban politik Partai Demokrat.
- Viral! Warga Cabut Logo Gereja di Tenda Bantuan Gempa, Chusnul Chotimah: Sebenarnya Islamophobia atau Kristenophobia?
- Surya Paloh Dukung Anies Sebagai Capres 2024, Chusnul Chotimah: Pantas Dikatain Kadrun, Pemikiran Sempit!
- Gembong Warsono Sebut Anies adalah Gubernur 0 persen, Chusnul Chotimah: Yang Setuju Retwet
- Soroti Vonis Penjara Bahar Bin Smith, Chusnul Chotimah: Indonesia Darurat Kebohongan!
- Prabowo Maju Pilpres, Chusnul Chotimah Soroti Anies: Kemakan Omongan Sendiri!
Kakak Abdul Gafur yang bernama Yuliana Mas’ud menyampaikan hal tersebut usai menjenguk ang adik di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK Gedung Merah Putih pada Kamis, 31 Maret 2022.
“Pasti dia (Abdul Gafur) sudah (jadi) korban partai politik menurut kami. Kalau untuk masalah pemerintahan, beliau tidak ada masalah,” ujar Yuliana, dilansir dari CNN Indonesia.
“Partainya Demokrat,” jawabnya saat ditegaskan kembali perihal pihak yang paling bertanggung jawab terkait proses hukum Abdul Gafur.
Yuliana mengatakan bahwa masalah yang menyeret Abdul Gafur dilatarbelakangi oleh kegiatan musyawarah daerah (musda) di Kalimantan Timur.
Sebagaimana diketahui, Abdul Gafur merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan. Ia diketahui hendak mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur sebelum akhirnya ditangkap KPK atas kasus dugaan suap.
“Dia (Abdul Gafur) berada di gedung ini karena masalah musda Demokrat kemarin, sementara dari pemerintahan tidak ada masalah beliau itu,” ujar Yuliana.
Ia pun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan keadilan bagi adiknya terkait proses hukum yang masih di tahap penyidikan tersebut.
“Kami mohon sekali agar pimpinan KPK memberikan keadilan seadil-adilnya buat adik kami, karena kami keluarga besar juga sangat mendukung pak Gafur untuk memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya mengenai kasus yang dia jalani saat ini,” kata Yuliana.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menegaskan bahwa partai tidak terlibat di dalam kasus dugaan suap Abdul Gafur.
“Wah, apa kaitannya? Tidak ada yang bisa dikutip dari kami terkait ini,” kata Herzaky pada Kamis.
Untuk diketahui, KPK sudah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus yang diawali dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini.
Para tersangka tersebut, yakni Abdul Gafur; Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis; Plt. Sekda Kabupaten PPU, Muliadi.
Tiga tersangka lain, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten PPU, Edi Hasmoro; Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten PPU, Jusman; dan satu tersangka pemberi suap, Achmad Zuhdi alias Yudi.
Khusus untuk Yudi, penyidikannya sudah selesai dan dalam waktu dekat akan diadili.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
