Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Nicho Silalahi menanggapi kesaksian bahwa polisi menemukan senjata api berjenis revolver saat menggeledah mobil jenis Chevrolet yang ditumpangi enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di rest area Tol Jakarta-Cikampek KM 50.
Nicho Silalahi menyindir polisi bahwa setelah membantai enam laskar FPI itu, kini mereka malah mengaku ditembaki.
“Setelah bantai orang lalu bersaksi bahwa kami ditembaki, Maksudnya gitu ya pak Pol?” katanya melalui akun Twitter @Nicho_Silalahi pada Rabu.
“Oalah enak benar. Oh ya no seri Revolver itu berapa? Jujur saja, saya kok ga pernah nemukan berita terkait no seri senjata api yang dijadikan barang bukti?” tambahnya.
Sebelumnya, anggota kepolisian dari Brimob Polda Jabar, Enggar Jati Nugroho mengklaim melihat petugas menemukan barang bukti berupa senjata api berjenis revolver berwarna silver saat melakukan penggeledahan terhadap mobil yang ditumpangi laskar FPI.
- Bawaslu dan MK Disebut tidak Bisa Selesaikan Dugaan Kecurangan Pemilu, Aktivis ini Ajak Makzulkan Jokowi
- Kekayaan Nicke Widyawati jadi Sorotan, Nicho Silalahi: Yang Dilaporkan Aja Segini!
- Nicho Silalahi Ke Erick Thohir: Kalau Udah Tahu Bodoh Ya Mundur!
- Nicho Silalahi Kritik Keras Pengesahan RKUHP: Selamat Datang Orba Bertopengkan Merakyat
- Puan Maharani Hadiri Muktamar Muhammadiyah, Nicho Silalahi: Buat Apa Kalian Undang!
Enggar menyampaikan hal itu saat menjadi saksi yang dihadirkan jaksa dalam kasus unlawful killling atau pembunuhan Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Oktober 2021.
“Ada yang keluarkan (senjata api) dari Chevrolet berupa revolver (warna) silver. Jadi ada orang yang membawa dari Chevrolet, dikeluarkan. Samurai, golok juga saya lihat (dikeluarkan dari Chevrolet),” kata Enggar, dilansir dari CNN Indonesia.
Awalnya, ia menceritakan bahwa dirinya bersama tiga rekannya ditugaskan untuk mengawal jalur kedatangan vaksin virus corona (Covid-19) di rest area Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Minggu-Senin 6-7 Desember 2020 lalu.
Menurut Enggar, vaksin rencananya akan didistribusikan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju PT. Bio Farma di Bandung pada Minggu.
Akan tetapi, kendaraan yang mengangkut distribusi vaksin itu tak kunjung melintasi Tol Cikampek KM 50 hingga Minggu malam.
Tiba-tiba, Senin dini hari atau sekitar pukul 00.30 WIB, Enggar mendengar suara mobil Chevrolet abu-abu menubruk mobil lain yang hendak keluar dari rest area KM 50.
“Saat itu kami dan anggota lain lagi ngopi, terus melintas Chevrolet kondisi ban sudah pecah. Velg sudah bergesekan. Seperti sudah ada percikan api (di ban). Dan mobil itu berhenti karena di depan ada mobil sedan yang mau exit. Dia nabrak dan berhenti di situ,” ungkapnya.
Tak berselang lama dari tabrakan itu, lanjut Enggar, tiba-tiba terdapat beberapa mobil lain yang berhenti di sekitar mobil Chevrolet tersebut.
Ia mengatakan bahwa orang-orang dalam mobil itu keluar dan berteriak serta mengaku sebagai petugas Polda Metro Jaya.
Setelah itu, Enggar mengamankan rest area KM 50 agar masyarakat tak mendekat ke tempat kejadian perkara.
Ia mengaku melihat salah satu anggota polisi menyuruh semua orang yang berada di dalam keluar mobil Chevrolet untuk keluar.
“Ada yang nyuruh keluar. Tidak tahu (yang memerintahkan keluar). Jarak saya 30-50 meter (dari TKP). Ada yang dekati. Kemudian empat orang keluar dari mobil itu. Dan dikeluarkan ditiarapkan,” jelasnya
Setelah itu, lanjut Enggar, petugas menggeledah mobil Chevrolet yang ditumpangi Laskar FPI.
Dari penggeledahan itulah, ia mengaku melihat ditemukannya senjata api dan Samurai yang ditumpangi mobil laskar FPI tersebut.
“(Saat suruh keluar mobil) Bilang, ‘polisi polisi’. Ada 4 orang keluar dari mobil dan langsung tiarap. Mereka tak diborgol,” kata Enggar.
Sebelumnya, jaksa telah mendakwa dua orang petugas kepolisian yang diduga telah melakukan pembunuhan secara sengaja dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian enam laskar FPI.
Kedua orang itu adalah Ipda Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan yang merupakan petugas di Resmob Polda Metro Jaya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
