Terkini.id, Jakarta – Pakar Komunikasi, Ade Armando mengomentari soal sarjana yang mengeluhkan lapangan perkerjaan di Indonesia.
Ade Armando terutama menyoroti soal pernyataan sarjana tersebut yang ia anggap menyalahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ia menyindir bahwa seharusnya sarjana itu tidak sering bergaul dengan kubu mahasiswa kadrun selama berkuliah.
“Sedih melihat sarjana cemen yang menyalahkan Jokowi dan merengek-rengek minta kerja,” katanya melalui akun Twitter Adearmando1 pada Kamis, 1 Juli 2021.
“Makanya jangan sering main dengan kubu mahasiswa kadrun, nak,” tambah dosen Universitas Indonesia itu.
- Ketum PSI, Kaesang Pangarep Tegur Keras Ade Armando
- Kader PSI Ade Armando: PDIP Partai Sombong, Kesombongan Mereka Mahal
- Ade Armando Resmi Gabung dengan Partai PSI, Bakal Diumumkan Sore Ini
- Ade Armando Yakin Anies Baswedan Bakal Menang Jika Ganjar Pranowo Tak Maju
- Ade Armando Prediksi Anies Baswedan Akan Libatkan Politisasi Islam di Pilpres 2024
Dalam cuitannya, ia membagikan video seorang lulusan yang mengkritik Jokowi mengenai lapangan pekerjaan.
Nampak dalam video itu seorang laki-laki yang mengenakan atribut wisuda lengkap.
Awalnya, ia menyoroti soal angka pengangguran terdidik yang terus meningkat.
“Kemarin, sekitar data statistik, pengangguran terdidik itu sekitar meningkat sampai ratusan ribu, Pak,” kata sarjana itu.
“Nah, jadi kemungkinan nanti kami juga akan menjadi pengangguran terdidik,” tambahnya.
Laki-laki itu lantas menagih janji Jokowi soal penciptaan sepuluh juta lapangan kerja.
“Sementara itu, bapak pernah menjanjikan sepuluh juta lapangan pekerjaan,” ungkapnya.
Ia mengkritik bahwa janji Jokowi itu tak sejalan dengan kebijakannya yang justru mengizinkan Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk ke Indonesia.
“Nyatanya, akhir tahun 2018, TKA asing bapak kasih kerja. Bapak naikkan menjadi 90 ribu TKA asing untuk bekerja di Indonesia, Pak,” tandas sarjana itu.
“Logikanya bagaimana ini, Pak? Bapak ni rakyatnya Indonesia atau rakyat TKA, Pak?” sambungnya.
Lebih lanjut, lulusan itu juga menyinggung soal program Kartu Prakerja Jokowi yang menurutnya tak dibutuhkan.
“Sedangkan kami ini butuhnya kerjaan, gitu loh. Bukan kartu prakerja,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
