Singapura Juga Sempat Menolak Pengkhotbah Kristen, Shanmugam: ‘Hati-Hati Mendengarkan Ceramah yang Berpotensi Provokasi’

Singapura Juga Sempat Menolak Pengkhotbah Kristen, Shanmugam: ‘Hati-Hati Mendengarkan Ceramah yang Berpotensi Provokasi’

R
Caroline Chintia
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Kasiviswanathan Shanmugam SC selaku Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura memberi himbauan untuk lebih berhati-hati dalam mengdengarkan ceramah dari para tokoh agama yang berpotensi memprovokasi pendengarnya termasuk ceramah dari Ustadz Abdul Somad (UAS).

“Gunakan penilaian Anda, Anda tahu apa yang membuat Singapura bergerak maju, Anda tahu apa yang baik bagi diri Anda dan komunitas,” kata Shanmugam dalam jumpa pers pada Senin, 23 Mei 2022. Dilansir dari cnnindonesia.

“Setiap orang bebas menjalankan agama mereka di sini. Setiap orang bebas untuk percaya kepada Tuhan, atau tidak percaya kepada Tuhan, atau percaya siapapun Tuhan yang ingin mereka percaya. Namun kita tidak harus melewati batas dan menyerang orang lain,” lanjutnya.

Shanmugam memberikan himbauan tersebut lantaran Negara Singapura sedang ramai dibicarakan terkait gempuran unjuk rasa yang dilakukan pendukung UAS.

“Posisi kami sangat sederhana. Orang seperti ini [UAS], kami tak akan membiarkannya masuk,” kata Shanmugam kala ditanya apakah UAS memiliki rencana berdakwah saat hendak mengunjungi Singapura beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Shanmugam tidak percaya sepenuhnya dengan alasan UAS jika mengatakan melakukan urusan pribadi, karena tetap pasti akan melalukan dakwah.

“Merupakan hak kami untuk memutuskan apa yang dibutuhkan untuk menjaga keamanan kami,” tuturnya.

bahkan Shanmugam tidak segan-segan melakukan pelacakkan terkait para pendukung UAS di Singapura. “Kami, Pemerintah, MHA, ISD (Departemen Keamanan Dalam Negeri), turun tangan ketika kami merasakan, menangkap, bahwa ada radikalisasi,” kata Shanmugam.

“Kami tidak akan membiarkan orang seperti Somad mendapat kesempatan untuk membangun pengikut lokal atau terlibat dalam kegiatan yang mengancam keamanan dan keharmonisan komunal kami.”

Tidak hanya UAS ternyata, Singapura juga pernah mengalami kasus terkait menolak dua penceramah asing pada beberapa tahun terakhir.

Tahun 2017 Singapura menolak pengkhotbah Kristen karena memiliki sejarah menghina agama lain dalam ceramahnya.

Sedangkan pada tahun 2018, pengkhotbah Kristen Amerika Lou Engle dilarang memberikan ceramahnyadi Singapura karena mencela agama Islam.

Sangat menjaga negaranya dari beberapa provokator, Singapura bahkan melarang penanyangan film ‘The Kashmir Files’ karena film itu menggambarkan umat muslim dengan provokatif.

“Banyak orang di India mengkritik kami karena melarang film ini, tapi saya tidak meminta maaf atas pendekatan Singapura tersebut,” kata Shanmugam seperti dikutip The Straits Times.

Shanmugam juga mencatat bahwa pekan lalu, mantan dosen Politeknik Ngee Ann Tan Boon Lee didakwa atas komentar rasis tentang pasangan antar-etnis, serta atas komentar tidak sensitif tentang agama selama mengajar kuliah dan di forum online.

Shanmugam pun kembali menegaskan wagra untuk “berhati-hatilah” pada pengkhotbah asing semacam ini di semua sisi. Ia menuturkan di Internet ada banyak orang yang menyerang agama lain.

“Di luar itu, kami tidak bisa seenaknya memberi tahu orang-orang apa yang boleh mereka tonton dan apa yang tidak boleh mereka tonton. Itu bukan urusan kami dan kami juga tidak punya kekuatan untuk melakukan itu,” ujar Shanmugam lagi.

“Ini tidak unik untuk komunitas tertentu. Jika Anda melihat pengkhotbah dari Indonesia, mereka menyerang Kristen, mereka menyerang non-Muslim.

Tetapi jika Anda menonton video dari beberapa pengkhotbah Barat, mereka menyerang Muslim secara tidak masuk akal. Mereka mengatakan segala macam hal yang tidak dapat diungkapkan tentang Islam dan Quran,” paparnya.

Menurut Shanmugam, Singapura adalah negara yang unik dengan penekanan kuat pada kerukunan ras dan agama.

“Kami tidak hanya memiliki kata-kata yang bagus, seperti beberapa negara lain. Tapi, kami mendukung pernyataan, kami mendukung filosofi kami, dengan undang-undang, dan bukan hanya undang-undang, kami menegakkan hukum itu secara setara,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.