Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria memakai peci hitam tengah berbincang dengan seseorang dan menyinggung soal kiai congek di Indonesia, viral di media sosial.
Video pria peci menyinggung kiai congek di Indonesia tersebut viral usai diunggah pengguna Twitter, Tukangrosok_.
Unggahan video netizen itu juga ikut dibagikan mantan politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean, seperti dilihat pada Sabtu 18 September 2021.
Dalam narasi unggahannya, netizen itu menyindir nama Ustaz Abdul Somad (UAS). Ia pun menanyakan ke pendakwah kondang itu, apakah termasuk kiai congek, kiai proposal atau kiai berkat.
“Cc UAS_AbdulSomad ente termasuk Kyai/Ustadz apa? Kyai Berkat, Kyai Proposal atau Kyai Congek,” cuit netizen Tukangrosok_.
- Praktik Gus Samsudin Meresahkan Warga, NU Disuruh Turun Tangan
- Polisi Gagal Jemput Paksa MSAT Anak Kiai DPO Tersangka Pencabulan, Warganet: Ah Lemah
- Seorang Kiai Nasehati Polisi Agar Anaknya yang Terlibat Kasus Pencabulan Tidak Ditangkap
- Guyonan Cak Imin Disebut Tak Lucu, Direktur Parameter Indonesia: Jadikan Kiai Bahan Lelucon Dosa Besar!
- Tak Terima Anaknya Dikeluarkan dari Pesantren, Pria Ini Ngamuk dan Caci Maki Kiai
Dilihat dari video tersebut, tampak awalnya pria peci itu mengungkapkan bahwa yang benar di muka bumi hanya malaikat dan nabi.
“Malaikat dan Nabi itu sudah paten benarnya,” ujar sang pria peci tersebut.
Ia pun lantas menjelaskan macam-macam kiai di muka bumi. Salah satunya yakni kiai akhirat.
“Kalau kiai akhirat contohnya Syekh Nawawi, Imam Hambali, Imam Ghazali,” ungkapnya.
Pria itu pun membeberkan bahwa di Indonesia saat ini yang ada bukan kiai akhirat melainkan kiai congek.
Ia pun menjelaskan, kiai congek itu adalah kiai yang lebih mengedepankan pakaian dibanding keilmuan dan akhlak mereka.
“Kiai sekarang mah yang dikedepankan bukan keilmuan dan akhlak, tapi pakaian. Sorban gede-gede, ingin kelihatan kece di masjid main HP, begitu kiai congek,” tuturnya.
Selain itu, sang pria peci menyebut bahwa di Indonesia juga kebanyakan kiai berkat yang kerap berorientasi pada uang.
“Di Indonesia kebanyakan kiai berkat. Makan berkat hasil mujur. Kalap, menang duit, menang amplop, marah,” jelasnya.
Lebih lanjut, pria itu menilai tidak mungkin ada kiai di Indonesia yang miskin. Oleh karena itu, ia menyarankan kepada para kiai di tanah air untuk berpenampilan dan bersikap seperti biasa saja.
“Kalau miskin mah ah ngaco semua. Kefakiran mendatangkan kefukuran, hadits itu. Makanya jadi kiai biasa aja. Ngaji terus, usaha terus,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
