Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) yang juga terdakwa kasus dugaan terorisme, Munarman mengatakan jika pencopotan Immanuel Ebenezer atau Noel dari jabatan komisaris BUMN ada kaitannya dengan kasus yang menjerat dirinya. Munarman mengatakan jika kasus yang dituduhkan kepada dirinya adalah fitnah dan hasil rekayasa.
Munarman mengklaim jika dibalik kasus yang menjeratnya dan pencopotan Noel ini terdapat penguasa yang memiliki kemampuan mengendalikan semua skenario yang sedang berjalan.
Dia juga mengatakan jika kasus ini adalah fitnah yang sengaja diarahkan kepadanya untuk menjebloskan dirinya ke penjara.
“Pada kesempatam duplik ini, saya akan sampaikan bahwa perkara a quo adalah fitnah, rekayasa dan ada penguasa yang sangat powerful mengendalikan semua skenario untuk menjebloskan saya ke penjara”, kata Munarman, dikutip dari laman CNN Indonesia, Sabtu 26 Maret 2022.
Selain itu, Munarman mengatakan jika salah satu bukti yang mengarah kepada pernyataannya, yakni politik pencopotan Noel setelah menjadi saksi meringankan dalam persidangan.
- Debat Soal Kecurangan Pemilu, Deddy Sitorus dan Immanuel Ebenezer Nyaris Adu Jotos
- Immanuel Ebenezer Bocorkan Posisi Strategis Dalam Relawan Jokowi
- Jokowi Dikabarkan Gantikan Megawati, Ketua Ganjar Mania Buka Suara
- Bambang Pacul Sebut Ganjar Pranowo Pasti Tumbang di Jateng, Immanuel Ebenezer: Emang Siapa Bambang Pacul, Raja di Jawa Tengah?
- GP Mania Terus Sokong Ganjar di 2024, Pasrah Arahan Jokowi Soal Puan dan Andika
“Dicopotnya saksi meringankan saya yaitu sahabat saya Immanuel Ebenezer yang dicopot dari jabatan komut setelah bersaksi meringankan untuk saya. Ini jelas-jelas bukti konkret motif politik dan kepentingan politik sedang bekerja dalam perkara a quo”, ujar Munarman.
Lebih lanjut, Munarman menganggap kasus yang menjerat dirinya adalah salah satu pintu masuk atau preseden yang berpeluang memunculkan korban fitnah yang lain. Tidak menutup kemungkinan akan ada yang menjadi korban rekayasa kasus lainnya.
“Bahwa perkara a quo akan menjadi entry point bagi proyek politik terorisme berikutnya yang akan memakan banyak korban anak bangsa yang difitnah dan direkayasa sebagai teroris, kelompok teroris atau jaringan teroris”, tambahnya.
Sebagai informasi, Noel juga menduga pencopotan dirinya sebagai komisaris independen anak usaha BUMN yakni PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Eltra karena kehadirannya sebagai saksi meringankan untuk Munarman.
“Sepertinya iya, karena saya menjadi saksi meringankan Munarman”, kata Noel.
Dalam kesaksiannya di persidangan Munarman, Noel mengatakan jika tuduhan yang diarahkan kepada Munarman adalah tudingan yang keji dan meyesatkan.
“Jangan sampai sidang ini, opini kalau Munarman bagian dari ISIS, karena Munarman ini saya Yakini tegak lurus pada NKRI”, tandas Noel.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
