Siswi Berhijab Dilarang Masuk Sekolah, Guntur Romli Sebut Langgar Kebebasan: Seperti Halnya Aturan yang Memaksakan Pakai Jilbab

Siswi Berhijab Dilarang Masuk Sekolah, Guntur Romli Sebut Langgar Kebebasan: Seperti Halnya Aturan yang Memaksakan Pakai Jilbab

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli menanggapi soal siswi-siswi muslim di India yang dilarang masuk sekolah karena memakai hijab.

Ia menilai bahwa ini adalah sebuah bentuk pelanggaran kebebasan, sama halnya seperti aturan yang memaksakan siswi memakai hijab.

“Ini melanggar kebebasan dan pemaksaan,” kata Guntur Romli melalui akun Twitter resminya pada Kamis, 10 Februari 2022.

“Seperti halnya aturan yang memaksakan mewajibkan pakai jilbab. Benturan antar intoleran,” sambungnya.

Bersama pernyataannya, Guntur Romli membagikan utas akun resmi CNN Indonesia terkait sejumlah siswi muslim berhijab yang dilarang masuk sekolah di India karena dinilai melanggar aturan.

Baca Juga

Dilansir dari CNN Indonesia, sejumlah siswi di India menggelar aksi protes dengan belajar di luar sekolah karena tak diperbolehkan masuk gedung gara-gara memakai hijab.

Para siswi ini duduk bersama di depan gerbang salah satu sekolah di distrik Udupi, negara bagian Karnataka.

Sementara itu, staf sekolah hanya memperhatikan para siswi dari jauh. Menurut staf, para siswi tak bisa masuk karena melanggar aturan sekolah.

Mereka juga mengaku sudah terbiasa karena aksi semacam ini telah berlangsung selama sebulan belakangan.

Sejak aksi tersebut menarik perhatian netizen, sejumlah sekolah lainnya malah menerapkan aturan serupa.

Oleh sebab itu, situasi ini menimbulkan keresahan warga India, terutama umat Muslim.

Terkait ini, pengadilan tinggi India pun akhirnya turun tangan. Mereka bakal mendengar petisi yang diajukan para siswa pada Selasa, 7 Februari 2022.

Setelah itu, pengadilan akan memutuskan apakah aturan yang dibuat sekolah-sekolah itu akan dicabut atau tidak.

Kendati demikian, aturan sepihak sekolah itu sudah terlanjur memicu gelombang protes.

Sejak Senin, 7 Februari 2022, ratusan siswi dan orang tuanya telah menggelar protes untuk meminta agar semua pelajar diizinkan masuk sekolah meski memakai hijab.

“Kami mengalami bentuk apartheid keagamaan. Aturan itu sangat diskriminatif dan merugikan perempuan Muslim,” ujar seorang siswi peserta aksi protes bernama A. H. Almas kepada Associated Press.

Hingga saat ini, sebenarnya sudah ada beberapa pertemuan antara pihak staf sekolah, perwakilan pemerintah, dan para siswi.

Namun, Menteri Pendidikan Negara Bagian Karnataka, B. C. Nagesh tak mau mencabut aturan tersebut.

“Mereka yang tak mau menaati aturan seragam itu bisa memilih opsi lain,” ucap Nagesh pada Minggu, 6 Februari 2022 lalu.

Sekedar catatan, selama ini, perempuan memakai hijab sebenarnya merupakan pemandangan lumrah di India, di mana 14 persen dari 1,4 miliar populasinya memang beragama Islam.

Namun, belakangan ini semakin banyak gesekan antara Muslim dan kelompok Hindu yang merupakan mayoritas di India.

Gesekan ini meningkat setelah partai Hindu nasionalis pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi berkuasa.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.