Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli angkat suara soal keputusan partainya memecat Viani Limardi.
Guntur Romli mengatakan bahwa PSI saat ini sedang melakukan “amputasi politik”.
Ia mengakui bahwa proses ini memang menyakitkan, namun tujuannya adalah keselamatan dan kemaslahatan yang lebih besar.
“PSI sedang melakukan ‘amputasi politik’,” katanya melalui akun Twitter GunRomli pada Sabtu, 29 September 2021.
“Proses ini memang menyakitkan tapi ada keselamatan dan kemaslahatan yang lebih besar dan utama yang dituju,” tambahnya.
- Gugat PSI, Viani Limardi: Saya Tidak Akan Mundur Selangkah Pun
- Viani Limardi Dipecat PSI, Demokrat: Karena Sering Bela Anies Baswedan!
- Viani Gugat PSI Rp1 Triliun, LBH: Biar Tahu Rasa Kena Batunya!
- Soal Viani, Politisi PD: Konon, Dipecat karena Menolak Terus Membenci Anies seperti Kader-Kader PSI Tolol Lainnya
- Dipecat PSI, Viani: Saya akan Melawan dan Menggugat Sebesar Rp1 triliun
Sebeumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara resmi mengonfirmasi kabar yang beredar dalam dua hari terakhir terkait pemberhentian Viani Limardi dari keanggotaan.
“DPP Partai Solidaritas Indonesia telah mengeluarkan surat keputusan pemberhentian selamanya terhadap Sis Viani Limardi dari keanggotaan pada Sabtu 25 September 2021,” kata Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka pada Rabu 29 September 2021, dilansir dari Tribun.
Isyana mengatakan bahwa keputusan tersebut dibuat setelah melalui proses panjang berupa evaluasi dan penilaian berjenjang, mulai dari DPW PSI DKI Jakarta, Direktorat Pembinaan Fraksi dan Anggota Legislatif PSI, Tim Pencari Fakta (TPF), dan terakhir DPP PSI.
“Dalam sesi tersebut, yang bersangkutan diberi kesempatan luas untuk menyampaikan jawaban dan sanggahan atas pertanyaan TPF,” jelasnya.
Dari hasil evaluasi tersebut, Viani pun dinyatakan tidak lagi sejalan dengan visi-misi partai dan terbukti melanggar AD/ART Partai.
Tepatnya, Anggaran Rumah Tangga Pasal 5 tentang kewajiban anggota: yakni patuh dan setia kepada garis perjuangan, AD/ART serta keputusan-keputusan Partai.
“Selanjutnya, kami mengambil keputusan memberhentikan Sis Viani dari keanggotaan partai. Langkah ini terpaksa kami lakukan dalam rangka menegakkan garis perjuangan partai,” jelas Isyana.
“Karena sudah bukan anggota PSI, Sis Viani otomatis tidak bisa lagi menjadi anggota DPRD mewakili Partai Solidaritas Indonesia,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
