Siswi Kristen di Padang Dipaksa Jilbab, Eko Kuntadhi: Wilayah yang Dikuasai PKS

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi mengomentari soal peristiwa seorang siswi beragama Kristen di sebuah sekolah negeri di Padang dipaksa memakai jilbab.

Lewat cuitannya di Twitter, Jumat 22 Januari 2021, Eko Kuntadhi menilai peristiwa tersebut siswi Kristen dipaksa jilbab tersebut terjadi di wilayah yang dikuasai Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Di Padang, wilayah yang dikuasai PKS. Terjadi lagi siswi Kristen dipaksa pakai jilbab,” cuit Eko Kuntadhi.

Menurutnya, hal itu menunjukkan cara beragama yang salah yang seharusnya tidak dilakukan oleh umat Islam di Padang khususnya pihak sekolah negeri tempat siswi Kristen tersebut menimba ilmu.

Mungkin Anda menyukai ini:

“Padahal dia sekolah di sekolah negeri. Kenapa caramu beragama kok, mengerikan begitu?,” uhar Eko Kuntadhi.

Baca Juga: Kasus Nakes Forensik Dihentikan, Eko Kuntadhi: Beda Kamar, Tapi Paksa...

Diketahui, jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan unggahan video dari orang tua seorang siswi Kristen di SMK Negeri 2 Padang.

Video tersebut dibagikan langsung oleh sorang tua dari siswi beragama Kristen itu, Elianu Hia di media sosial miliknya.

“Lagi di sekolah SMK Negri 2 Padang. Saya dipanggil karena anak saya tidak pakai jilbab. Kita tunggu aja hasil akhirnya. Saya mohon didoakan ya,” tulis Elianu Hia.

Baca Juga: Eko Kuntadhi Bela 4 Nakes Tersangka Penistaan Agama, Tengku Zul:...

Dalam unggahannya itu, Elianu juga membagikan video live saat dirinya dipanggil pihak SMKN 2 Padang untuk membahas soal anaknya yang diminta memakai jilbab.

Dalam video tersebut, terlihat salah seorang guru menjelaskan terkait aturan pakaian siswi di SMKN 2.

Guru itu mengungkapkan bahwa seluruh siswi di sekolah tersebut wajib memakai seragam, jilbab dan celana panjang abu-abu.

“Pakaian dan seragam, berkerudung untuk anak perempuan dan celana panjang abu-abu,” kata sang guru dalam video itu.

Menurutnya, jika ada seorang siswi di SMKN 2 Padang tak mengikuti aturan terkait seragam tersebut maka pihak sekolah akan membahasnya dengan orang tua siswa yang bersangkutan.

“Jika tidak mengikuti aturan di sekolah, kita semua sepakat. Itu makanya kita bicarakan,” ungkap guru tersebut.

Menanggapi pernyataan sang guru, orang tua dari siswi nonmuslim itu Elianu Hia mengaku keberatan dengan aturan seragam tersebut.

Pasalnya, kata Elianu, jika anaknya yang bukan penganut Islam dipaksa memakai jilbab maka hal itu dinilainya sebagai pembohongan identitas terhadap agamanya yang nonmuslim.

“Ini agama saya. Kalau (anak) saya memakai jilbab seakan-akan membohongi identitas agama saya pak,” ungkapnya.

Elianu pun mengaku dengan adanya aturan seragam itu seolah-olah siswi yang nonmuslim di SMKN 2 Padang dipaksa masuk agama Islam.

“Seakan-akan (anak saya) dipaksa untuk masuk ke dalam agama Islam,” ujarnya.

Bagikan