Sita Harta Rusia Untuk Mendanai Pembangunan Ukraina yang Rusak Akibat Invasi Rusia

Terkini.id, Jakarta – Selasa, 24 Mei 2022 Lithuania, Slovakia, Latvia dan Estonie membuat usulan bersama terkait melakukan penahanan aset milik Rusia yang dibekukan oleh Uni Eropa. Penahanan ini bertujuan mendanai pembangunan Ukraina yang hancur akibat invasi Rusia.

Ukraina mempunyai perhitungan sendiri terkait jumlah dana yang dibutuhkan untuk pembangunan yang ditimbulkan oleh Rusia yaitu mencapai $600 miliar atau sekitar Rp 8.775 triliun.

Dengan kondisi perang yang masih berlangsung membuat lonjakan dana akan semakin meningkat signifikan.

Baca Juga: Fadli Zon Sindir Pengawalan Ketat Presiden Jokowi ke Ukraina, Ruhut:...

“Sebagian besar biaya untuk membangun kembali Ukraina, termasuk kompensasi bagi korban agresi militer Rusia, harus ditanggung oleh Rusia,” isi dari surat tersebut, yang akan disampaikan kepada menteri keuangan Uni Eropa pada hari Selasa, 24 Mei 2022. Dilansir dari tempo.co

Menurut Reuters surat tersebut menghimbau pada blok 27 negara tersebut untuk melakukan persiapan terkait sanksi baru untuk Moskow.

Baca Juga: Natalius Pigai: Saya Kecam Sikap Jokowi Tidak Adil pada Orang...

“Pada akhirnya, jika Rusia tidak menghentikan agresi militer terhadap Ukraina, seharusnya tidak ada hubungan ekonomi yang tersisa antara UE dan Rusia sama sekali – memastikan bahwa tidak ada sumber daya keuangan, produk, atau layanan kita yang berkontribusi pada mesin perang Rusia,” katanya.

Keempat Negara tersebut bahkan berpikiran sama terkait melakukan pembekuan aset milik pribadi dan entitas Rusia mencapai $300 miliar cadangan bank sentral

“Kita sekarang harus mengidentifikasi cara hukum untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya ini sebagai sumber pendanaan – baik sebagai biaya upaya berkelanjutan Ukraina untuk menahan agresi Rusia, dan untuk rekonstruksi negara pasca perang,” kata mereka.

Baca Juga: Natalius Pigai: Saya Kecam Sikap Jokowi Tidak Adil pada Orang...

“Penyitaan aset negara, seperti cadangan bank sentral atau perusahaan milik negara, memiliki hubungan dan efek langsung dalam hal ini.”

Bahkan sampai saat ini, Uni Eropa menahan sekitar 30 miliar euro aset yang berasal dari oligarki dan entitas Rusia dan Belarusia.

Pihak dari komisi Eropa menyampaikan terkait pihaknya yang mampu mengkaji lebih jauh apakah memungkinkan untuk dilakukan penyitaan asset Rusia yang dibekukan

untuk membiayai Ukraina sesuai dengan Undang-Undang Nasional yang berlaku dan UE namun tidak menyertakan cadangan bank sentral.

“Pembekuan aset berbeda dengan penyitaan,” kata juru bicara Komisi Eropa Christian Wigand. “Di sebagian besar negara anggota, ini tidak mungkin dan hukuman pidana diperlukan untuk menyita aset. Juga, secara hukum, entitas swasta dan aset bank sentral tidak sama,” katanya.

Pihak komisi akan mengungkapkan hasil pembuatan proposal sebagai acuan pelanggaran tindakan pembatasan yang termasuk dalam kejatahan di UE serta proposal untuk memperbaiki dan memperkuat aturan UE mengenai penyitaan dan pemulihan aset.  

“Dalam kasus di mana cara hukum untuk menyita aset tidak akan diidentifikasi, itu harus digunakan sebagai pengungkit dan dilepaskan hanya setelah Rusia memberikan kompensasi kepada Ukraina untuk semua kerusakan yang terjadi,” kata keempat negara tersebut.

Bagikan