Terkini.id Jakarta – Permadi Arya alias Abu Janda pegiat media sosial belum lama ini turut menyoroti kasus pengeroyokan yang dialami Ade Armando yang terjadi saat Demo 11 April di Depan Gedung DPR.
Hal tersebut disampaikan Abu Janda melalui sebuah akun media sosial miliknya Instagram.
Melalui sebuah tulisan di akun Instagram, Abu Janda mengungkapkan beberapa poin penting terkait tindakan tersebut.
Namun sebelum itu, Ia pun menyinggung soal adanya perempuan mengenakan jilbab yang memaki-maki Ade Armando padahal ditengah bulan puasa.
“Satu, muslimah ini mencaci maki bang ade saat puasa di bulan ramadhan,” kata Abu Janda di Instagram pribadinya, dikutip Wartaekonomi.co.id.
- Titus Bonai Diejek Gegara Israel FC, Permadi Arya: Palestina Dibela, Saudara Beda Suku Dihina
- Tak Terima Data Pribadinya Disebar, Abu Janda Singgung Rizieq dan Bahar Smith
- Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Tidak Pernah Islamofobia: Paling Abu Janda
- Soal Sindiran Mahfud MD, Abu Janda: Orang Tidak Waras yang Percaya Islamofobia di Indonesia
- Soal Islamofobia, Mahfud MD: yang Mengatakan Abu Janda, Dia yang Phobia, Pemerintah Tidak
Lalu, Abu janda pun menyebut Ade Armando sebagai seorang kakek-kakek. Ia pun menyinggung tindakan yang dilakukan seorang berpeci putih yang dalam video terlihat sedang memukul Ade.
“Kedua, pemuda muslim berpeci putih ini memukili seorang kakek tak berdaya saat puasa di bulan ramadhan,” katanya melanjutkan. Dikutip dari Wartaekonomi. Jumat, 15 April 2022.
Terakhir, ia menyebut Ade Armando diinjak-injak sekelompok orang sambil mengucapkan kalimat-kalimat dalam agama.
“Ketiga: mereka menginjak-injak seorang kakek tak berdaya sambil teriak Laa Ilaaha Illallah” ujar Abu Janda.
Sebagai penutup, jika melihat hal-hal diatas, Abu Janda mengklaim bahwa radikalisme itu ada. Ia pun mengingatkan bagi orang-orang yang dituduh islamophobia, berarti telah benar dalam melawan radikalisme
“Jadi radikalisme itu nyata ada di depan mata anda. Bukan Islamophobia. Jika ada yang menuduh anda Islamophobia, berarti anda sudah tegak lurus lawan radikalisme,” pungkas Abu Janda.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengungkap motif dua tersangka bernama Muhammad Bagja dan Komarudin dalam kasus pemukulan terhadap Ade Armando.
Zulpan mengatakan berdasarkan pengakuan tersangka Muhammad Bagja nekat memukuli Ade karena merasa kesal.
“Tersangka kesal dengan apa yang disuarakan korban di media sosial,” ujar Endra Zulpan di Markas Polda Metro Jaya.
Menurutnya, tersangka tidak sepakat dengan apa yang disampaikan Ade selama ini yang selalu bertentangan.
“Selama ini (Bagja, red) lihat di medsos, Ade suarakan hal-hal bertentangan dengan pelaku sehingga lakukan pemukulan,” jelasnya.
Sementara, tersangka lain Komarudin mengaku nekat memukuli Ade karena ikut terprovokasi.
“Komar melakukan pemukulan karena terprovokasi dengan situasi yang ada di TKP,” terang Zulpan.
Selain itu, Dhia Ul Haq belum diketahui motifnya.
Sebab, saat ini dia masih menjalani pemeriksaan karena baru ditangkap di Pondok Pesantren Al Madad Serpong, Tangerang Selatan.
Adapun, Dhia Ul Haq merupakan pria yang pertama kali melakukan pemukulan kepada Ade Armando.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
