Soal Aturan yang Minta Maaf Tak Perlu Ditahan, KNPI Sulsel: Abu Janda Harus Ditetapkan Tersangka

Terkini.id, Jakarta – Keluarnya Surat Edaran (SE) dari Kapolri soal pelanggar UU ITE yang telah meminta maaf tak perlu ditahan ditanggapi oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel.

Pasalnya, dalam salah satu poin dalam SE itu dijelaskan bahwa setiap pelanggar UU ITE yang telah meminta maaf, tak perlu lagi ditahan.

Poin tersebut dianggap sebagai celah yang berpotensi meloloskan Permadi Arya atau yang lebih akrab disapa Abu Janda dari jeratan hukum.

Baca Juga: Singgung UAS Dideportasi Singapura, Abu Janda: Gimana Rasanya Dihinakan Allah?

Terlebih, KNPI sebagai pelapor menganggap bahwa cuitan Abu Janda di media sosial Twitter mengenai “Islam arogan” dinilai merugikan umat muslim.

Oleh karenanya, Andi Ifal Anwar selaku wakil ketua KNPI Sulsel beranggapan bahwa Abu Janda tetap harus dihukum berat dan dijadikan tersangka.

Baca Juga: Soal Ustadz Abdul Somad, Abu Janda: Sejak Kapan Negara Ngurusin...

“Pasti. Harus ditetapkan tersangka,” tegas Andi Ifal Anwar pada hari Senin, 1 Maret 2021, seperti yang dilansir dari idtoday.

Ia pun meminta kepada penegak hukum untuk tetap menahan Abu Janda, meskipun ada hak bagi terlapor untuk meminta maaf kepada publik.

Selain itu, ia juga memaparkan bahwa pihaknya saat ini masih terus berkoordinasi dengan KNPI pusat agar laporannya tetap ditindaki sampai ke meja pengadilan, meskipun Kapolri sudah mengeluarkan SE tersebut bagi pelanggar UU ITE.
 
Sekadar informasi, dalam SE tersebut, Kapolri mempertimbangkan perkembangan situasi nasional soal penerapan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dinilai kontradiktif dengan hak kebebasan berekspresi masyarakat melalui ruang digital.

Baca Juga: Soal Ustadz Abdul Somad, Abu Janda: Sejak Kapan Negara Ngurusin...

“Maka diharapkan kepada seluruh anggota Polri berkomitmen menerapkan penegakan hukum yang dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,” ujar Kapolri melalui surat edaran tersebut.

Terkait perkembangan Abu Janda sendiri, ia diketahui telah menjalani beberapa kali pemeriksaan.

Dirinya juga telah melakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada sejumlah pihak, dalam hal ini para elit Nahdatul Ulama dan PP Muhammadiyah.

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pun menyatakan bahwa hingga kini pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut.

“Proses tersebut masih didalami terus,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta.

Bagikan