Makassar Terkini
Masuk

Soal Islamofobia, Mahfud MD: yang Mengatakan Abu Janda, Dia yang Phobia, Pemerintah Tidak

Terkini.id, Jakarta – Mahfud MD selaku Menko Polhukam memberikan pendapatnya terkait isu Islamofobia di Indonesia.

Dalam acara dialog berjudul Imaji Satu Abad Indonesia yang diselenggarakan Universitas Islam Indonesia (UII) pada Selasa 26 Juni 2022, Mahfud MD menyinggung soal isu Islamofobia di bumi pertiwi.

Mahfud MD mengatakan bahwa pemerintah tidak pernah melontarkan narasi tentang Islamofobia. 

Lebih lanjut lagi, Mahfud MD berujar bahwa selama ini yang mengucapkan soal Islamofobia ada di Indonesia adalah Permadi Arya alias Abu Janda bukan pemerintah.

Oleh karena itu, Mahfud MD menilai istilah Islamofobia ada bukan karena pemerintah melainkan karena tudingan antar rakyat.

“Ada yang nulis (di media sosial) … apa Anda yakin tidak ada fobia di Indonesia? Di Indonesia banyak fobia. Ditulis contohnya, contohnya sekarang kalau ada orang pakai cingkrang dibilang kearab-araban, kalau orang ngaji dibilang radikal, kalau orang pakai cadar dibilang budaya Arab, itu kan buktinya phobia,” ujar Mahfud MD dalam acara dialog UII, dikutip dari cnnindonesia.com, Selasa 26 Juli 2022.

“Lho, yang mengatakan itu bukan pemerintah. (Tapi) rakyat terhadap rakyat lain. Itu bukan fobia namanya, bukan Islamofobia,” lanjut Mahfud MD.

“Yang mengatakan itu Abu Janda, bilang ke ini lalu dibilang Islamofobia, dia yang phobia. Pemerintah kan tidak. Kalau hanya orang mengatakan ‘hei, kamu kok bercadar, itu kearab-araban, lalu dibilang fobia, lho yang bilang bukan pemerintah. Bukan kebijakan negara,” sambung Mahfud MD.

Mahfud MD menegaskan bahwa tidak ada Islamofobia di Indonesia, malah menurutnya umat Islam saat ini memiliki kebebasan untuk berekspresi dimana saja, baik dunia politik atau pemerintahan.

“Saya katakan enggak ada Islamofobia di Indonesia. Enggak ada. Apa coba? Orang Islam sudah bebas bersaing di politik, di pemerintahan, intelektual. Pokoknya semua-semua orang Islam sudah bebas,” tutur Mahfud MD.

Sebagai informasi, pada Rabu 17 November 2021, Permadi Arya alias Abu Janda memberikan tanggapannya terkait beberapa pihak yang mengatakan bahwa pemerintah Islamofobia karena sering menangkap ulama.

Pada saat itu diketahui bahwa Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri telah mengamankan tiga terduga teroris yaitu Ahmad Zain An-Nazah, Anung Al Hamat, dan Farid Okbah.

Melihat hal tersebut, Abu Janda berpendapat bahwa ia setuju dengan kalimat Islamofobia ditujukan untuk kelompok tertentu.

“Bukan kita radikal radikul, faktanya mereka memang radikal.. bukan kita islamophobia, faktanya mereka memang Teroris.. bukan kita rasis ke peci putih jenggotan, faktanya yang jadi teroris rata2 gitu tampangnya,” ungkap Abu Janda, dikutip dari era.id, Selasa 26 Juli 2022.

Sampai berita ini diturunkan belum ditemukan tanggapan dari Abu Janda terkait sindiran dari Mahfud MD tersebut.