Soal Andi Arief Dipolisikan, Refly Harun: Apakah Kita Tidak Bisa Sebagai Sebuah Bangsa Memelihara Keakraban?

Soal Andi Arief Dipolisikan, Refly Harun: Apakah Kita Tidak Bisa Sebagai Sebuah Bangsa Memelihara Keakraban?

R
Muh Ikhsan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pakar hukum tata negara Refly Harun ikut memberi komentar terkait pelaporan terhadap Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief.

Pelapor Andi Arief adalah Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHARA) DPC PDIP Jakarta Pusat. Mereka melaporkan Andi Arief terkait cuitannya yang dianggap menyinggung Hasto Kristiyanto.

Menurut Refly, aksi ‘lapor-laporan’ itu adalah tindakan kekanak-kanakan. Padahal, setelah melalui reformasi, kita dapat menjadi lebih dewasa dalam bernegara.

“Setelah bertahun-tahun melakukan reformasi, kita bukan bertambah dewasa dalam berdemokrasi dan bisa menerima perbedaan pendapat, tapi juga tidak toleran terhadap perbedaan pendapat,” ujar Refly Harun melalui akun YouTube pribadinya dikutip pada Sabtu 19 Februari 2022.

Menurut Refly, kita terjadi perbedaan pendapat dan perdebatan seharusnya diselesaikan melalui argumentasi, bukan asal melaporkan.

“Perbedaan pendapat, debat, klarifikasi dan banyak hal itu tidak diselesaikan di lini argumentasi tetapi dengan cara mengadukan seseorang kepada penegak hukum atau polisi,” ujar Refly.

Terus terang, kata Refly, dia tidak memihak baik kepada Andi Arief maupun si pelapor. Refly kemudian mengajak kepada semua pihak, apakah tidak ada cara lain dalam menyelesaikan masalah ini selalu merujuk kepada pemidanaan.

Apalagi, untuk diketahui, dalam teori hukum, penjara sejatinya adalah solusi terakhir ketika tidak ada jalan yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan masalah.

“Apakah kita tidak bisa sebagai sebuah bangsa itu memelihara keakraban horizontal, agar tidak gampang mudah tersinggung walaupun saya katakan posisi bisa saja berbeda,” terang Refly.

Diketahui sebelumnya, cuitan Andi Arief pada dasarnya adalah sebuah pertanyaan. Namun oleh pelapor, hal tersebut dinilai sebagai sebuah bentuk singgungan.

“Laporannya terkait cuitan akun @Andiarief_, di situ mempertanyakan apakah Pak Hasto selaku Sekjen PDIP terkait dengan tambang batu. Itu yang jadi alasan kita, ada menyinggung Sekjen PDIP,” kata Kepala BBHAR DPC PDIP Jakpus Fuad Abdullah dilansir dari Detik pada Sabtu 19 Februari 2022.

“Kita secara kelembagaan merasa ini merugikan dan memfitnah dan menjadikan masyarakat salah penilaian, terbukti dengan tanggapan-tanggapan cuit yang disampaikan oleh @Andiarief_,” tambahnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.