Terkini.id, Jakarta – Terkait persoalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menegur personel TNI-Polri yang menolak proyek Otorita Ibu Kota Negara (IKN) di depan banyak orang disayangkan oleh pengamat militer Beni Sukadis.
Menurut Beni Sukadis, harusnya teguran itu tidak disampaikan Jokowi di depan banyak orang, cukup dengan memanggil pimpinan TNI-Polri saja.
Hal ini karena menurutnya, masalah tersebut tak harus menjadi konsumsi publik yang hanya dapat menghasilkan orang yang asal bapak senang saja.
“Sehingga tindakan kemarin tidak mempermalukan TNI-Polri. Kalau semua isu dan persoalan diumbar justru kontra produktif, yaitu hanya menghasilkan orang yang ABS (asal bapak senang) saja dan justru bisa menjerumuskan pimpinan politik,” kata Beni, seperti yang dikutip dari Tempoco. Kamis, 3 Maret 2022.
Menurut Beni, tidak etis jika personel TNI-Polri terang-terangan menentang program pemerintah. Namun, menurut Beni, tidak ada aturan yang melarang personel TNI-Polri membahas program pemerintah seperti IKN.
“Kalau memang ada aturan seperti apa dan yang mana? Jangan-jangan aturan teknisnya tidak jelas atau bisa dikatakan suatu grey area yang sebenarnya ada soal kekosongan hukum/aturan,” kata Beni.
Beni, di sisi lain, menilai TNI-Polri harus menetapkan lokasi khusus bagi personelnya untuk menyalurkan aspirasi atau keluhannya.
Jadi, jika personel militer atau polisi keberatan dengan sesuatu, itu bisa diselesaikan secara internal tanpa perlu diketahui orang lain.
Sebelumnya, pada Rapat Pimpinan kemarin, Presiden Joko Widodo meminta institusi TNI-Polri menertibkan anggotanya yang berani menentang Otoritas Ibu Kota Nusantara atau IKN.
Menurut Jokowi, ada petugas yang berani mengungkapkan penolakannya di grup WhatsApp.
“Enggak setuju IKN itu apa? Itu sudah diputuskan pemerintah dan disetujui DPR. Kalau di dalam disiplin TNI-Polri sudah tidak bisa diperdebatkan, apalagi di WhatsApp grup yang dibaca gampang,” kata Jokowi.
Jokowi mengatakan kedisiplinan di institusi TNI-Polri berbeda dengan masyarakat sipil. Ia khawatir munculnya pembahasan penolakan IKN oleh aparat keamanan di grup WhatsApp bakal berbuntut panjang.
“Tidak bisa yang namanya tentara, yang namanya polisi, itu ikut dalam urusan demokrasi!” kata Jokowi.
Jokowi pun memperingatkan soal aturan dalam TNI-Polri yang segala tindakan anggotanya merupakan sikap kesatuan. Ia juga memperingatkan soal pedoman dalam TNI-Polri yang memiliki kesetiaan tegak lurus terhadap pimpinannya.
“Sekali lagi di tentara, polisi, engga bisa (berbicara) seperti itu, harus dikoordinir secara kesatuan,” kata Jokowi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
