Soal Kabar Dugaan Penimbunan Gas Oksigen, Politisi PKS: Tindak Tegas!

Soal Kabar Dugaan Penimbunan Gas Oksigen, Politisi PKS: Tindak Tegas!

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Soal kabar dugaan penimbunan gas oksigen, politisi PKS: tindak tegas! Terkait maraknya kabar soal dugaan penimbunan gas oksigen yang dilakukan oknum pelaku usaha, anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto buka suara. Ia mengaku geram mendengar pasokan gas oksigen untuk sektor kesehatan masih terhambat. Padahal, menurut pihak produsen termasuk dan juga pengakuan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno belum lama ini, kapasitas produksi gas oksigen dalam negeri masih memadai.

“Pemerintah harus bisa membaca situasi bahwa kelangkaan ini bukan karena ada hambatan di sektor produksi. Secara produksi kita aman. Masalahnya justru ada di sektor distribusi,” terang Mulyanto kepada wartawan di Jakarta, Selasa 20 Juli 2021.

“Di sektor distribusi ini banyak celah yang bisa dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengambil keuntungan di tengah situasi darurat seperti sekarang. Untuk itu, saya mendesak pemerintah menindak tegas siapapun yang coba membuat kacau suasana,” imbuhnya.

Mulyanto meminta, seperti dilansir dari rri.co.id, Selasa 20 Juli 2021, pemerintah harus lebih saksama memeriksa neraca gas oksigen domestik itu.

“Jangan grasa-grusu dan sekadar didikte oleh mafia impor. Pemerintah harus berani menindak tegas oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang menimbun tabung gas oksigen ini sehingga distribusinya macet,” tegasnya.

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahteran (FPKS) DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan ini juga bilang, “Oknum-oknum ini harus diberikan hukuman yang berat agar jera. Karena dampak perbuatannya sangat fatal. Terutama bagi pasien Covid-19. Mereka sungguh tidak berperikemanusiaan!”

Mulyanto menjelaskan, pihaknya bukan anti impor namun secara psikologis negara jangan sampai mudah dimainkan mafia impor yang ingin mengambil kesempatan di tengah kesempitan.

Di tengah ruang fiskal yang terbatas, sebutnya, pemerintah jangan memboroskan devisa negara untuk impor. Opsi impor itu adalah pilihan paling akhir dari yang akhir.

Selanjutnya, Mulyanto minta Kemenperin harus bekerja keras memberdayakan industri dalam negeri melalui optimalisasi kapasitas terpasang dan menambah kapasitas baru produsen gas oksigen. 

Selain itu, bahan baku gas oksigen, yaitu liquid oxygen perlu diawasi distribusinya, sehingga benar-benar dialokasikan bagi produsen tabung gas oksigen medis.

“Kalau distribusi liquid oxygen ini masih secara bisnis as usual dialokasikan untuk sektor industri, maka sudah barang tentu janji pemerintah untuk mengalihkan gas oksigen dari sektor industri ke sektor medis tidak akan terwujud,” imbau Mulyanto.

Seperti diketahui, pada Jumat 16 Juli 2021 lalu, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah bekerja sama dengan industri untuk mengamankan pasokan oksigen medis di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Beberapa perusahaan yang diajak kerja sama itu antara lain PT Aneka Gas Industri Tbk dan PT Samator. Jokowi menyebut, dua perusahaan itu akan menambah produksi untuk pasokan stok oksigen.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, 10 ribu oksigen konsentrator impor akan mulai datang dalam tiga-empat hari ke depan.

Menurutnya, kedatangan alat tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri untuk perawatan pasien Covid-19.  Secara total, pemerintah memesan 50 ribu oksigen konsentrator impor.

Luhut mengklaim, permasalahan pasokan oksigen yang sempat langka dalam beberapa hari terakhir mulai membaik.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.