Terkini.id, Jakarta – Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi mempertanyakan kelanjutan kasus putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pengarep.
Nicho Silalahi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK untuk tidak mendiamkan laporan kepada Kaesang hanya karena ia seorang anak Presiden.
Ia juga memperingatkan KPK bahwa publik akan terus memantau kasus Kaesang Pengarep yang dilaporkan Ubedilah Badrun ini.
“Woi KPK_RI udah sampai mana kasus #KaesangGate yang dilaporkan bang Ubedilah?” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya pada Sealasa, 25 Januari 2022.
“Jangan menang-mentang anak Presiden terus kalian diamkan aja laporan itu. Ingat ya publik akan memantau terus #KaesangGate Ini,” sambungnya.
- Bawaslu dan MK Disebut tidak Bisa Selesaikan Dugaan Kecurangan Pemilu, Aktivis ini Ajak Makzulkan Jokowi
- Kekayaan Nicke Widyawati jadi Sorotan, Nicho Silalahi: Yang Dilaporkan Aja Segini!
- Nicho Silalahi Ke Erick Thohir: Kalau Udah Tahu Bodoh Ya Mundur!
- Nicho Silalahi Kritik Keras Pengesahan RKUHP: Selamat Datang Orba Bertopengkan Merakyat
- Puan Maharani Hadiri Muktamar Muhammadiyah, Nicho Silalahi: Buat Apa Kalian Undang!
Seperti diketahui, Ubedilah melaporkan Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep atas dugaan kasus korupsi dan pencucian uang pada Senin, 10 Januari 2022.
Ia menjelaskan bahwa dugaan ini bermula pada 2015 ketika ada perusahaan, yaitu PT SM yang menjadi tersangka pembakaran hutan dan sudah dituntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) senilai Rp7,9 triliun.
Namun, dalam perkembangannya, Mahkamah Agung hanya mengabulkan tuntutan senilai Rp78 miliar.
“Itu terjadi pada Februari 2019 setelah anak Presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM,” ujar Ubedilah, dilansir dari Tempo.
Ia mengatakan bahwa dugaan KKN tersebut terjadi berkaitan dengan adanya suntikan dana penyertaan modal dari perusahaan ventura yang jelas dan bisa dibaca oleh publik.
Ia beralasan bahwa tidak mungkin perusahaan baru anak Presiden mendapat suntikan dana penyertaan modal dari sebuah perusahaan ventura.
“Setelah itu, anak Presiden membeli saham di sebuah perusahaan dengan angka yang juga cukup fantastis Rp 92 miliar, dan itu bagi kami tanda tanya besar,” ujarnya.
Ubedilah Badrun juga mempertanyakan, apakah seorang anak muda yang baru mendirikan perusahaan dapat dengan mudah mendapatkan penyertaan modal.
“Apalagi angkanya cukup fantastis, dari mana kalau bukan karena anak Presiden,” katanya.
Adapun pada Rabu, 26 Januari 2022, KPK telah memanggil Ubedilah Badrun untuk meminta klarifikasi terkait dengan laporan yang dilayangkannya.
“Tadi saya diundang untuk klarifikasi ya, hampir dua jam. Saya kira kami percaya kepada KPK untuk menjalankan amanah negara ini,” ujar Ubedilah setelah pertemuan tersebut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
