Soal Kasus Korupsi RS Batua, Hakim Jatuhkan Vonis Terhadap 13 Pelaku

Terkini.id, Makassar – Kasus korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua Makassar telah memasuki babak akhir. 

Majelis Hakim yang diketuai oleh Farid Hidayat Sopemana membacakan vonis kepada 13 pelaku korupsi di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis 16 Juni 2022.

Tujuh pelaku dituntut selama 2 tahun penjara, yaitu Mantan Kadis Kesehatan Makassar dr. Naisyah Tun Azikin selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), Andi Sahar selaku Pokja ULP Makassar.

Baca Juga: Mardani Ali Minta Kejagung Tangkap Apeng, Yusuf Dumdum: Jangan Sok...

Sri Rahmayani Malik selaku PPK, Muh Alwi selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK).

Lalu Firman Marwan selaku pejabat pemeriksaan hasil pekerjaan (PPHP), dan Hamsaruddin, Mediswaty.

Baca Juga: PBNU Tunjuk Gus Gudfan Sebagai Plt Bendum, Nusron: Beliau Pengusaha...

Sementara, Erwin Hatta dijatuhi vonis 2 tahun penjara, denda Rp50 juta subsider 3 tuhan. Lalu, Kuasa Direktur PT Sultana Nugraha Andi Ilham Hatta Sulolipu divinonis 7 tahun penjara dengan denda Rp50 juta subsider 3 bulan, UP Rp5 miliar subsider 3 tahun.

Direktur PT Sultana Nugraha Muhammad Kadafi Marikar, dihukum pidana penjara selama 9 tahun dan denda sebesar 50 jt subs 3 bulan, UP sbesar 8 M subs. 3 tahun.

Terakhir Anjas Prasetya Runtulalo, Dantje Runtulalo, Ruspiyanto selaku konsultan dan inspektur pengawasan CV Sukma Lestari, divonis 2 tahun penjara, dengan denda Rp50 juta subsider 3 bulan.

Baca Juga: PBNU Tunjuk Gus Gudfan Sebagai Plt Bendum, Nusron: Beliau Pengusaha...

Menanggapi hal ini, Kasi Penkum Kejati Sulsel, Soetarmi mengatakan, jika pihaknya akan pikir-pikir terlebih dahulu, apakah akan mengajukan banding atau tidak.

Pasalnya, tuntutan yang diberikan Jaksa penuntut kepada para pelaku jauh lebih tinggi dari vonis yang diputuskan hakim.

“Sikap jaksa penuntut umum, menyatakan pikir-pikir terhadap putusan hakim,” ujarnya. 

Sebelumya, Jaksa menuntut 13 tersangka dengan tuntutan berbeda, dimana dua terdakwa dituntut 10 tahun penjara. Sedangkan 11 terdakwa lainnya dituntut 3 tahun penjara. 

Dua terdakwa yaitu Kuasa Direktur PT Sultana Nugraha Andi Ilham Hatta Sulolipu, dan Direktur PT Sultana Nugraha Muhammad Kadafi Marikar.

Mereka masing-masing dijatuhi denda sebesar Rp18 miliar untuk Ilham Hatta dan Rp3 miliar untuk Kadafi Marikar, dengan subsider 5 tahun penjara.

Sementara 11 terdakwa lainnya dituntut 3 tahun penjara, dan denda 100 juta subsider 3 bulan penjara.

Lalu 11 terdakwa lainnya yang dituntut tiga tahun penjara, yakni mantan Kadinkes Makassar Naisyah Tun Azikin selaku kuasa pengguna anggaran (KPA).

Sri Rahmayani Malik selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Muh Alwi selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK).

Lalu Firman Marwan selaku pejabat pemeriksaan hasil pekerjaan (PPHP), Hamsaruddin, Mediswaty.

Andi Sahar selaku Pokja ULP Makassar. Anjas Prasetya Runtulalo, Dantje Runtulalo, Ruspiyanto selaku konsultan dan inspektur pengawasan CV Sukma Lestari, terakhir Andi Erwin Hatta Sulolipu selaku Direktur PT Tri Mitra Sukses Sejahtera. 

Mereka dinyatakan bersalah karena melanggar pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999. Sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan, atas UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipidkor Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Selain itu terdakwa juga diancam pidana dalam pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999. 

Sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan, atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

JPU mengatakan, adanya perbedaan tuntutan lantaran Ilham Hatta dan Kadafi Marikar dianggap sebagai aktor utama dalam kasus ini.

Diketahui, dari hasil audit yang dibeberkan penyidik Polda Sulsel sebelumnya, ditemukan kerugian negara kurang lebih Rp22 miliar saat RS Batua dibangun di 2018 lalu.

Sehingga, pihak Polda Sulsel menetapka 13 tersangka atas kasus korupsi Rp 22 miliar RS Batua, Makassar.

Bagikan