Terkini.id, Makassar – Ketua Komisi D DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso mengingatkan pemerintah kota berhati-hati memilih pejabat direksi badan usaha milik daerah (BUMD) dalam lelang jabatan.
Menurutnya, lelang direksi BUMD wajib dilaksanakan secara profesional. Kandidat yang lolos mesti bukan orang titipan dari pihak tertentu.
“Penting untuk memilih pejabat yang memiliki kualitas dan integritas, bukan hanya loyalitas,” kata Andi Baso Ibrahim, Selasa, 24 Mei 2022.
“Kami berharap tidak ada yang berbau titipan, melihat kualitas SDM yang akan diambil karena ini punya keterkaitan dengan pihak eksekutif, legislatif, dan yudikatif,” sambungnya kemudian.
Seleksi terbuka direksi BUMD ini diharapkan dapat berlangsung transparan dan profesional sehingga menghasilkan pejabat direksi yang berkualitas dan mampu mendorong peningkatan pendapatan daerah.
“Kami harapkan semua yang menjabat punya SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul dan bisa melakukan percepatan untuk meningkatkan PAD Kota Makassar ke depan,” ungkapnya.
Sejak enam BUMD diisi oleh Penjabat (Pj) Direksi, Hadi menilai belum nampak kinerja yang signifikan.
Sehingga, panitia seleksi (pansel) lelang diharapkan mampu menilai sosok yang benar-benar mampu untuk membawa perkembangan baik bagi perusahaan daerah.
“Bagi kami belum ada satupun yang membanggakan, yah, banyak hal yang menjadi PR, terutama untuk direksi-direksi. Jadi tantangannya, Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur ke depan itu kami harapkan BUMD bisa melakukan akselarasi dalam peningkatan pelayanan di Makassar, banyak PR,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, mengaku menyerahkan sepenuhnya penilaian peserta lelang kepada pansel. Dirinya sama sekali tak ingin terlibat dalam seleksi tersebut.
Menurutnya, sejauh ini, dari enam BUMD, baru tiga yang menunjukkan kinerja yang siginifikan, yakni Perumda Air Minum (PDAM), Rumah Potong Hewan (RPH), dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Progres positif ini dinilai bisa menjadi salah satu poin penilaian khusus bagi penjabat direksi ketiga BUMD tersebut jika turut mengikuti lelang.
“Yang punya progres itu PDAM, RPH, dan BPR. Itu jadi salah satu penilaian juga, tapi semua bergantung pansel yang menilai, saya tidak mau ikut campur,” ucap Danny, sapaan akrabnya.
Danny Pomanto menargetkan, seluruh rangkaian dan tahapan selesai bisa tuntas dalam dua pekan.
“Saya mau di bulan Mei ini selesai. Setelah itu langsung pelantikan pejabat definitif, karena tidak ada waktu lagi,” tukasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
