Masuk

Soal Pemanggilan BEM Unmul Karena Pernyataan ‘Patung Istana’, PD: Itu Sikap Kontrademokrasi

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pemanggilan polisi terhadap Presiden BEM Universitas Mulawarman (Unmul) Abdul Muhammad Rachim terkait postingan Wapres Ma’ruf Amin ‘patung Istana‘, dikritik oleh Partai Demokrat (PD). Menurut Demokrat, kritik Wapres Ma’ruf patung Istana sama maknanya dengan Wapres Ma’ruf ‘ban serep’.

“Pemanggilan aktivis BEM oleh polisi itu adalah sikap kontrademokrasi, sikap menakut-nakuti rakyat untuk berbicara tentang pemimpinnya,” unjar Wakil Ketua Umum Demokrat Benny K Harman kepada wartawan, Kamis 11 November 2021, dikutip dari Detikcom.

“Saya minta polisi tidak terlalu reaktif dalam menanggapi kritik mahasiswa mengenai kinerja pemerintahan Jokowi, termasuk kinerja Wapres,” lanjutnya.

Baca Juga: Buntut Usulan Gibran Jadi Cawapres Anies, Nasdem Sindir Demokrat Kebakaran Jenggot

Menurut Benny, kritik patung Istana bukan menyerang pribadi Ma’ruf. Menurutnya, kritik itu ditujukan untuk sistem ketatanegaraan RI yang menempatkan wapres sebagai ban serap.

“Kritik BEM Unmul bahwa Wapres adalah patung Istana sama maknanya dengan Wapres sebagai ‘ban serep’. Kritik itu bukan ditujukan kepada pribadi Wapres, tapi ditujukan pada sistem ketatanegaraan kita yang memang hanya menempatkan Wapres sebagai ban serep atau patung Istana,” tegas Benny.

“Wapres tidak bertanggung jawab atas jalannya pemerintahan, melainkan presiden. Presiden yang bertanggung jawab atas gagal dan suksesnya pemerintahan, bukan wapres. Wapres hanya patung Istana atau ban serap semata,” lanjut Benny.

Baca Juga: Politisi Demokrat Singgung Keberadaan Buzzer: Power of Reason Tergusur oleh Power of Money

Benny juga menyebut setiap warga negara memiliki hak menyampaikan aspirasinya. Dia menyebut kritik yang ada, termasuk dari BEM Unmul, merupakan konsekuensi sebagai negara demokrasi.

“Selain itu, negara kita adalah negara demokrasi, rakyat bebas bicara, termasuk bebas bicara tentang pemimpinnya, pemimpin yang mereka sendiri pilih. Itu konsekuensi saja dari pilihan kita untuk menjadi negara demokrasi,” ujarnya.

Sebelumnya, seruan aksi yang dimaksud itu diposting pada Selasa 2 November 2021. Pada hari yang sama, Ma’ruf dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Samarinda.

BEM Unmul memposting seruan aksi tersebut melalui akun Instagram @bemkmunmul. Dalam postingannya, terdapat foto Ma’ruf Amin, dan pada bagian bawahnya terdapat kalimat ‘Kaltim Berduka Patung Istana Merdeka Datang ke Samarinda’.