Masuk

Soal Pencurian di Balai Kota Makassar, Dewan Nilai Ada Modus Sabotase

Komentar

Terkini.id, Makassar – Anggota Komisi A DPRD Makassar Ray Suryadi Arsyad menduga pencurian di Balai Kota Makassar melibatkan orang dalam. Menurutnya, ada yang berusaha menjatuhkan pemerintah kota melalui pencurian data. 

“Data itu tidak didapatkan begitu saja ini perlu ditelusuri, penting. Ini ada modus lain yang bersifat sabotase,” kata Ray, Selasa, 14 September 2021.

Ia mengatakan Balai Kota Makassar bukan hanya bicara soal kepentingan pemerintah semata, melainkan juga ada kepentingan publik di sana.

Baca Juga: Serap Aspirasi Warga, Anggota DPRD Makassar Nunung Dasniar: Kami Akan Tindaklanjuti

“Itu kan banyak data-data statistik masyarakat kita,” ujarnya.

Politisi Demokrat itu meminta ada penjagaan ekstra lantaran ada banyak aset penting. Ia khawatir bukan hanya barang yang hilang namun juga data.

“Ini kita tercoreng karena kurang pengawasan, kenapa bisa kebobolan,” jelasnya.

Baca Juga: Gelar Reses di Dua Kecamatan, Legislator DPRD Makassar Nunung Dasniar Serap Aspirasi Warga

Ray meminta Satpol PP Makssar membentuk tim kerja khusus, bukan hanya mengurusi warga tapi menjaga aset pemerintah. Ia meminta penelusuran lebih jauh soal kehilangan data. 

“Data itu tidak didapatkan begitu saja ini perlu ditelusuri, penting. Ini ada modus lain yang bersifat sabotase,” paparnya.

Sementara, Plt Kepala Satpol PP Kota Makassar Iqbal Asnan mengaku baru mengetahui ada berita kecurian di Balai Kota Makassar. Ia mengatakan, selama ini, pihak OPD yang mengaku kehilangan barang tak pernah melapor ke pihaknya.

“Tidak ada perusakan. Disimpan di mana? Dalam lemari? Lemarinya rusak? Pintunya rusak, tidak. Itu kecurian atau kehilangan,” kata Iqbal.

Baca Juga: Anggota DPRD Makassar Nunung Dasniar Gelar Reses di Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya

Iqbal menilai kasus di Balai Kota Makassar bukan pencurian melainkan kehilangan. Pasalnya, saat ini Kepala SKPD yang baru menjabat atau pejabat baru.

“Saran kami Kepala SKPD yang baru menjabat tersebut melakukan inventarisasi aset, jangan sampai ini barang sudah dua tahun tiga tahun yang lalu hilang,” ungkapnya.

“Masuk pejabat baru kasihan, kepala dinas baru bilang ini barang kecurian. Padahal ini barang hilang sudah beberapa waktu yang lalu,” sambungnya kemudian.

Iqbal mengaku heran kasus pencurian baru mencuat saat ada pejabat baru. Menurutnya, ada penanggung jawab pada tiap SKPD. 

“Kami Satpol PP tidak menjaga pintu lemari. Tidak menjaga ruangan. Kita harus membuktikan dulu bahwa barang itu hilang. Sesuatu yang hilang itu harus ada. Saya tidak bisa memastikan barang itu ada,” tuturnya.

Ke depan, Iqbal mengatakan pihaknya akan memperketat Balai Kota Makassar. Namun, kata dia, dengan persetujuan pihak OPD.

“Mungkin ini tidak nyaman. Kita sudah lakukan upaya awal. Motor semua kita larang masuk. Dalam waktu dekat mobil lagi kemudian orang nya. Ini harus jalan tersistematis tidak asal,” kata Iqbal.

Sebelumnya, Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dibobol pencuri. Kedua SKPD tersebut bertempat di Balai Kota Makassar, Kecamatan Ujung Pandang.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, Husni Mubarak mengatakan, khusus di Dispora kehilangan barang berupa laptop hingga piala.

“Kalau kami di Dispora 1 unit laptop, 1 unit printer, beberapa rim kertas, 1 unit piala,” ungkapnya.

Husni mengatakan, aksi pencurian ini terjadi sejak Sabtu, 11 September 2021 lalu, namun baru ketahuan pada Senin, 13 September 2021 kemarin.

“Minggu lalu kejadiannya, Sabtu malam atau Minggu malam, kami baru tahu bahwa ada barang hilang Senin pagi,” jelasnya.

Ia mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke pihak keamanan namun hingga kini belum ada tindak lanjut. Husni menksir kerugian Kantor Dispora atas kejadian ini mencapai Rp 30 juta.

“Pas waktu itu (Senin) kami langsung lapor polisi tapi belum ada tindak lanjutnya,” pungkasnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Ita Anwar mengatakan total kerugian dari pihaknya mencapai ratusan juta.

“Kamera harganya Rp30 juta diambil, kemudian laptop 2, wireless, kertas dan tinta 70 botol. Soal laporan polisi nanti saya coba tanya staf,” ungkapnya.