Terkini.id, Jakarta – Dokter Tifauzia Tyasumma mengingatkan masyarakat untuk teliti memilih di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Spesifiknya, Dokter Tifa berpesan kepada para pemilih untuk jangan memilih kandidat yang suka memelihara kodok.
Hal ia sampaikan saat menanggapi berita soal Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun yang menyebut Presiden sekarang belum tepat.
“Memang Presiden sekarang belum tepat. Setuju dengan Cak Nun,” kata Dojter Tifa melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu, 13 April 2022.
“Makanya 2024 harus teliti memilih. Pesan saya: Jangan pilih yang suka piara kodok. Jadinya beternak cebong,” sambungnya.
- Pekan ini PKB Sulsel Akan Bentuk Tim Desk Pilkada 2024 dan Akan Membuka Pendaftaran
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
- Pilpres Terburuk Dalam Sejarah Republik
- Data Masuk 11 Persen, Prabowo-Gibran Unggul di 20 Kabupaten/Kota di Sulsel
- Real Count, Prabowo-Gibran Unggul di 33 Provinsi di Indonesia
Dilansir dari berita Suara.com yang ditanggapi Dokter Tifa, Cak Nun menghebohkan publik dengan pernyataannya bahwa Presiden sekarang belum tepat.
Hal itu ia sampaikan dalam acara “Sinau Bareng Cak Nun” yang digelar oleh PDIP pada Minggu malam, 10 April 2022.
Dalam ceramahnya, awalnya Cak Nun menyinggung negara-negara maju yang dikenal kuat dan adikuasa, seperti Amerika dan Rusia.
Cak Nun meminta negara-negara ini untuk jangan berpikir bahwa mereka bener-bener berkuasa.
Pasalnya, menurut Cak Nun, Indonesia adalah bangsa dengan peradaban yang punya skala waktu 18 generasi.
Sehingga, lanjutnya, ilmu dan manajemen Indonesia melebihi Amerika dan Rusia.
“Cuman masalahnya sekarang belum tepat presidennya, gitu aja,” katanya.
Tampak terlihat merasa tak enak lantaran Puan Maharani berada di sampingnya, Cak Nun langsung mencoba menenangkan.
“Jangan marah, jangan marah,” ujarnya.
Cak Nun lantas memberikan penjelasan mengenai kalimat “presiden sekarang belum tepat” tersebut.
Ia mengatakan kepada Puan Maharani bahwa dalam bahasa Jawa, terdapat kata “bener” dan “pener”.
“Loh, kalau bahasa Jawa tuh ada bener, mbak Puan. Ada pener. Itu sudah bener, tapi belum pener,” jelas Cak Nun.
“Mohon maaf ya saya bukan mengkritik. Saya itu penasaran dengan kebesaran Indonesia yang tidak bisa kita wujudkan,” lanjutnya.
Cak Nun pun berharap agar 2024 mendatang akan ada pemimpin yang membawa kesadaran baru sehingga dapat membawa kelahiran Indonesia kembali.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
