Soal Reuni 212, Kiai Ini Sebut Umat Islam Harus Berbenah Diri, Kenapa?

Terkini.id, Jakarta – KH Syamsul Ma’arif selaku Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) menanggapi soal rencana penggelaran Reuni 212.

Syamsul Ma’arif menyentil, mengapa hanya karena peristiwa sehari saja pake diadakan reuni.

Padahal, yang biasanya dinamakan reuni adalah ketika ada peristiwa belajar bersama seperti mendapatkan gelar dan ijazah.

Baca Juga: Wagub DKI Jakarta Memprioritaskan JIS Hanya Untuk Kegiatan Olahraga

“Ya kalau kita alumni perguruan tinggi atau sekolahan, atau pondok pesantren, itu biasanya ada reuni. Jadi ada sebuah proses belajar mengajar lalu mendapatkan ijazah, itu baru ada reuni. Ini hanya sekedar peristiwa satu hari kok reuni,” kata Kiai Syamsul dikutip dari Telusur.

Terlebih, Kiai Syamsul berharap tokoh-tokoh masyarakat itu mendahulukan kepentingan yang lebih besar.

Baca Juga: Telak! “Said Aqil Kebakaran Jenggot Sampai Benci Hamba Allah yang...

Dirinya mempersilakan jika ada yang mau menggelar reuni 212, tapi jangan sampai mengumpulkan banyak orang yang cenderung melanggar aturan atau protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi seperti saat ini.

“Silakan monggo, tapi mungkin harus dipertimbangkan lagi esensinya apa reuni itu diadakan. Kalau kita lihat sejarah latar belakang adanya 212 itu karena memang semangat pada waktu itu umat Islam kepingin punya pemimpin di Jakarta, sekarang Alhamdulillah Pak Anies sudah menjadi gubernur,” ungkapnya.

Ia pun menyinggung bahwa seharusnya umat Islam perlu berbenah diri jika memang ingin berkuasa.

Baca Juga: Telak! “Said Aqil Kebakaran Jenggot Sampai Benci Hamba Allah yang...

Ia mengatakan, jika umat Islam ingin berkuasa maka sebaiknya berpolitik dengan benar.

“Menurut saya umat Islam terutama harus menata diri. Kalau ingin berkuasa, berpolitiklah secara baik dengan perencanaan yang matang,” sambungnya.

Bagikan